Muarasultra.com, KOLAKA – Hadirnya Proyek Strategis Nasional (PSN) di dunia pertambangan Nikel di Kecamataan Pomalaa Kabupaten Kolaka menyisahkan duka pilu bagi para petani padi.
Puluhan Hektar Sawah di Desa Lamedai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka terendam banjir akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi, sedimen lumpur setinggi betis menutupi area pesawahan.
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kolaka Raya melalui press relasenya mengungkapkan bahwa banjir yang menggenangi area persawahan masyarakat Desa Lamedai merupakan kejadian yang pertama kali terjadi sejak didirikannya Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Smelte di Kecamatan Pomalaa.
“ini sejarah pertama kali terjadi banjir hingga menggenangi area persawahan masyarakat desa Lemedai. Puluhan Hektar sawah terdampak banjir,” ucap Andri Ovianto. Rabu (12/11/2025)
Lanjut, Kehadiran PSN seharunya memberikan dampak positif khsusunya bagi petani bukan justru memberikan luka yang mendalam. Kita mendukung investasi tapi bukan malah menyengsarahkan masyarakat yang berada di sekitar lingkar PSN.
“kami sangat mendukung investasi, kami tidak menolak hilirisasi. Tetapi pihak investor juga harus memberikan dampak yang positif kepada warga yang berada di sekitar lingkar PSN,” ungkapnya.
Menurut Andri sapaan akrabnya, sejak Hadirnya PSN di Kabupaten Kolaka khususnya di bagian selatan. Sejumlah area persawahan terkontaminasi lumpur berwarna merah yang di duga kuat berasal dari area pertambangan dan pembangunan smelter.
“seminggu lalu air di sungai di desa Oko-oko berwarna merah akibat luapan tanah merah yang terbawah air hujan. Bahkan bererap Desa seperti Desa Lamoiko, Pewisoa Jaya mereka juga terkena dampak banjir. Ini menandakan bahwa kehadiran PSN justru membawah bencana bagi masyarakat yang berada di area lingkar PSN,” ketusnya.
Dirinya juga meminta agar Pihak Perusahan bisa memberikan solusi yang terbaik agar kejadian yang sama tidak terulang saat musim hujan tiba. Sehingga masyarakat bisa nyaman.
“Sekarang musim hujan, jika tidak di atisipasi dengan cepat banjir besar akan terulang kembali. PSN jangan melenggang diatas penderitaan yang di alami masyarakat. Bukti nyata harus di berikan pihak perushaan kepada masyarakat,” tutup Ketua JMSI Kolaka Raya, Andri Ovianto*
Laporan : Redaksi
Muarasultra.com, KONAWE – Upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan terus dilakukan melalui program revitalisasi…
Muarasultra.com, Kendari - Persoalan HIV/AIDS di Sulawesi Tenggara (Sultra) memasuki fase yang membutuhkan perhatian serius.…
Marasultra.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) menyita uang senilai Rp401,65 miliar dalam…
Muarasultra.com, KONAWE - Tanah wakaf telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di berbagai…
Muarasultra.com, KONAWE – Aliansi Masyarakat Peduli Gizi (AMPG) Kabupaten Konawe kembali membeberkan bukti krusial berupa…
Muarasultra.com, Kendari - Forum Gerakan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Forgema Sultra) menyoroti dugaan adanya anggota Dewan…