Berita

Napi Korupsi Tambang Keluyuran di Coffee Shop Tanpa Rompi Tahanan Cederai Wibawa Hukum, SAH Indonesia: Klarifikasi Pihak Rutan Tak Masuk Akal

Muarasultra.com, KENDARI – Masyarakat dihebohkan dengan adanya temuan seorang narapidana (napi) yang diduga berkeliaran bebas di sebuah coffee shop, meskipun yang bersangkutan telah resmi dijatuhi vonis oleh pengadilan.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius terkait integritas sistem penegakan hukum, khususnya dalam hal pengawasan terhadap narapidana yang seharusnya menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan.

Kehadiran napi di ruang publik tanpa pengawasan jelas tanpa rompi tahanan merupakan bentuk pelanggaran yang tidak dapat ditoleransi.

Risaldi, Selaku Ketua Umum Serikat Aktivis Hukum Indonesia menyampaikan bahwa
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Supriadi selaku Eks Syahbandar Kolaka yang telah di Vonis 5 Tahun Penjara tersebut terlihat berada di salah satu coffee shop di Kota Kendari dalam kondisi bebas, tanpa pengawalan aparat penegak hukum.

Hal ini memicu keresahan di tengah masyarakat serta menimbulkan dugaan adanya kelalaian, bahkan potensi penyalahgunaan wewenang oleh pihak-pihak tertentu.

“Kami menilai bahwa peristiwa ini merupakan bentuk nyata dari lemahnya pengawasan dan berpotensi mencederai rasa keadilan publik. Jika benar adanya, maka hal ini bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi juga dapat mengarah pada pelanggaran hukum yang lebih serius”, Ujar Risaldi

Lebih lanjut Risaldi mengatakan klarifikasi dari pihak Rutan Kelas II A Kendari setelah viralnya berita tersebut tak masuk akal.

Pasalnya, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIA Kendari, Muhammad Ariq Triyanto S.Tr.Pas mengatakan bahwa yang bersangkutan memang ditahan di Rutan Kendari.

‎Terkait, Supriadi berkeliaran di luar sel, Pihaknya mengaku yang bersangkutan sedang mengikuti sidang.

“Kan klarifikasi dari pihak rutan ini tak masuk akal, agenda sidang apa di warung kopi, jangan mengklarifikasi berita untuk menutupi kesalahan”

“Proses pemberangkatan tahanan dari rutan ke pengadilan untuk keperluan sidang itu ada SOP nya mulai dari tangan tang terborgol sampai kendaraannyapun ditentukan bahkan dikawal oleh kepolisian. Pihak rutan ini aneh, sudah blunder menyampaikan klarifikasi”, tambah Risal.

Risaldi juga mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari beberapa sumber yang menyampaikan bahwa keluar masuknya napi-napi kelas kakap di Rutan Kelas II A kendari bukan hal yang baru, sudah berjalan sejak dulu dengan dalih BON dan pihak Napi yang keluar diduga membayar sejumlah uang untuk keluar sementara waktu.

“Jadi kami mendapatkan informasi bahwa ini bukan baru terjadi sekarang, tetapi sejak dulu sudah ada permainan seperti ini. Keluar masuknya napi-napi kelas kakap diatur dengan istilah BON dan membayar sejumlah uang sehingga ada indikasi suap menyuap atau Kolusi, Korupsi dan Nepotisme yang terjadi antara pihak Rutan dan napi-napi”, beber Risal.

Terakhir Risal menyampaikan akan mengawal kasus ini dan melakukan aksi unjuk rasa di Kanwil Kemenkumham Sultra Ditjenpas Sulawesi Tenggara.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan aksi unjuk rasa meminta agar Kepala Rutan Kelas II kendari dicopot dan mempertanggungjawabkan kinerjanya”, tutup Risaldi.

Laporan : Febri Nurhuda

 

admin

Recent Posts

Yusri Usman Sebut Presiden Prabowo Akan Rombak Elit Kejaksaan dan Polri pada Agustus, Imbas Dinamika Penegakan Hukum

Muarasultra.com, JAKARTA – Direktur Center of Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo…

8 jam ago

Camat Abuki Bantah Terlibat Penjualan Hutan Lindung di Desa Anggoro ‎

Muarasultra.com, KONAWE – Camat Abuki, Kamran, S.Sos., membantah tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam dugaan…

9 jam ago

Korban Penganiayaan Ngamuk di Kejari Konawe, Mengaku Dipaksa Jaksa Berdamai dengan Pelaku

Muarasultra.com, KONAWE - Seorang ibu rumah tangga bernama Pelinawati warga kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten…

10 jam ago

Kemenag Konawe: Rashdul Kiblat, Meluruskan Kiblat, Menyempurnakan Ibadah

Muarasultra.com, KONAWE - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe turut ambil bagian dalam menyukseskan Gerakan…

15 jam ago

Yusri Usman: Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Besar Komitmen Presiden dalam Pemberantasan Korupsi

Muarasultra.com, JAKARTA – Komitmen Presiden dalam memberantas korupsi kembali diuji. Publik dibuat terkejut dengan mencuatnya…

15 jam ago

Oknum Kabid di Konawe Dilaporkan Ke Polisi Atas Dugaan KDRT, Korban Mengaku Dipukuli Hingga Berdarah ‎

Muarasultra.com, Konawe – Seorang perempuan bernama Pelinawati (53), warga Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe,…

18 jam ago