Berita

Mediasi Warga Puwatu dan PT Carsurin Buntu, Camat dan APH Diduga Tidak Netral

Muarasultra.com, KENDARI – Mediasi antara PT Carsurin Tbk, masyarakat terdampak, dan Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) di Aula Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, pada Senin (2/6/2025), berakhir ricuh tanpa hasil.

Alih-alih menemukan solusi atas keluhan gangguan bising dan debu akibat aktivitas perusahaan, mediasi ini justru memicu ketegangan akibat dugaan keberpihakan pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) kepada pihak perusahaan.

Ketua SBSI Kota Kendari, Iswanto Sugiarto, mengungkapkan bahwa mediasi awalnya berjalan lancar. Namun, suasana memanas ketika Camat Puuwatu dan APH dinilai memihak PT Carsurin.

“Ketika saya meminta surat kuasa direksi dari pihak perusahaan untuk memastikan keabsahan kebijakan, Camat justru mengalihkan pembicaraan dan meminta kami tidak membahas itu. Padahal, surat kuasa itu krusial untuk penyelesaian masalah, “tegas Iswanto.

Konflik semakin meruncing karena ketidaksepakatan antara masyarakat dan PT Carsurin mengenai kompensasi dampak lingkungan. Mediasi ini seharusnya menjadi penutup dari tuntutan yang telah disampaikan masyarakat dalam aksi demonstrasi pada 26 Mei 2025, di mana PT Carsurin meminta waktu tujuh hari untuk memproses solusi.

Namun, Iswanto menilai mediasi ini tidak efektif dan cenderung menjadi alat tekanan terhadap masyarakat.

“Pemerintah seharusnya netral sebagai penengah. Tapi, sikap Camat dan intervensi aparat kepolisian membuat kami merasa didesak. Kami memilih walkout karena mediasi ini tidak membuahkan hasil,” ungkap Iswanto dengan nada kecewa.

Tak puas dengan hasil mediasi, Iswanto menegaskan bahwa SBSI bersama masyarakat akan menggelar aksi demonstrasi jilid II dalam waktu dekat.

“Kami akan kembali dengan aksi yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak pihak hingga tuntutan kami dipenuhi,” ancamnya.

Kericuhan mediasi ini menambah panjang daftar ketegangan antara perusahaan dan warga di Kendari, sekaligus mempertanyakan netralitas pihak berwenang dalam menangani konflik kepentingan.

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada pernyataan resmi dari PT Carsurin maupun pemerintah setempat terkait kegagalan mediasi tersebut.

Laporan : Redaksi

 

admin

Recent Posts

CERI : Dirut Pertamina Diduga Berbohong Penyebab Kelangkaan BBM di Bali

Muarasultra.com, JAKARTA – Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) meragukan penjelasan Direktur Utama PT…

2 detik ago

Polres Konsel Kerahkan Tiga Polsek, Wakapolres Turun Langsung Pastikan Siswa Dapat Penanganan Medis

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN - Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan mengerahkan personel dari tiga kepolisian sektor…

4 jam ago

Proyek Banjir Konaweeha Rp12,9 Miliar di Konawe Disorot, Debu Ganggu Warga dan Material Diduga Ilegal, Polisi Diminta Bertindak

Muarasultra.com, KONAWE - Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe,…

15 jam ago

Bawa Nama Konawe ke Panggung Regional, King Skate Tampil Gemilang di EIRC 2026

Muarasultra.com, KONAWE - Club sepatu roda Konawe King Skate (KKS) menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang…

17 jam ago

Penerangan Jalan Andowia-Wanggudu Raya Disorot Usai Kecelakaan, IPPMAWA Desak Pemkab Konut Buka Dokumen PJU, Kadis DLH Bungkam

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Minimnya penerangan di sepanjang jalan poros Andowia–Wanggudu Raya, Kabupaten Konawe Utara,…

22 jam ago

Upah Lembur dan Sistem Roster Dipersoalkan, Manajemen PT Sifang Mining Site TMS Konawe Utara Disorot, Buruh Ancam Mogok 21 Oktober

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Ratusan pekerja PT Sifang Mining Indonesia yang bertugas di Site TMS/PT…

1 hari ago