Berita

LPj APBD Konawe 2025 Disorot, Gerindra Ungkap Proyek Miliaran Belum Rampung dan Kesalahan Penganggaran

Muarasultra.com, KONAWE – Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Konawe memberikan sejumlah catatan kritis terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

‎Salah satu sorotan utama adalah kualitas belanja modal, ketepatan waktu penyelesaian proyek infrastruktur, hingga kesalahan penganggaran yang dinilai berpotensi mengaburkan realisasi belanja publik.

‎Ketua Komisi I DPRD Konawe yang juga Ketua Fraksi Gerindra, Dedy, SE, menegaskan Pemerintah Kabupaten Konawe harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas belanja modal serta ketepatan waktu pelaksanaan pembangunan infrastruktur fisik.

Ketua Komisi I DPRD Konawe, DEDY, SE.


‎Menurutnya, Fraksi Gerindra memberikan perhatian khusus terhadap kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) beserta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis lainnya yang menangani proyek-proyek strategis.

‎”Kami mencermati masih adanya sejumlah proyek infrastruktur Tahun Anggaran 2025 yang tidak selesai tepat waktu. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius,” ujar Dedy. Senin (13/7/2026).

‎Ia menilai keterlambatan penyelesaian proyek menjadi ironi di tengah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang juga mengungkap masih adanya persoalan dalam tata kelola penganggaran daerah.

‎Fraksi Gerindra menyoroti masih ditemukannya kesalahan kodefikasi penganggaran pada sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti belanja barang dan jasa yang justru dianggarkan sebagai belanja modal, maupun sebaliknya.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Konawe, Dedy, S.Si.

‎Menurut Dedy, praktik tersebut berpotensi mengaburkan realisasi belanja modal yang seharusnya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Kabupaten Konawe.

‎”Kami meminta komitmen tegas Bupati Konawe untuk menertibkan kodefikasi penganggaran tersebut agar pengelolaan APBD lebih akuntabel dan transparan,” tegasnya.

‎Selain itu, Fraksi Gerindra juga meminta pemerintah daerah tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap rekanan yang lalai menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak.

‎Menurutnya, pemutusan kontrak hingga pemberian sanksi daftar hitam (blacklist) harus diterapkan tanpa pandang bulu terhadap pihak ketiga yang tidak memenuhi kewajibannya.

Pekerjaan jalan beton Lakidende kabupaten Konawe oleh CV Segi Tiga Tambora.

‎”Langkah tegas tersebut penting demi menjaga kualitas fisik atau mutu bangunan sekaligus menyelamatkan uang rakyat,” katanya.

‎Dalam penyampaian pandangan fraksi, Gerindra turut menyoroti sejumlah proyek bernilai miliaran rupiah yang menjadi perhatian publik sepanjang 2025.

‎Salah satunya adalah proyek Rehabilitasi Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Konawe senilai Rp3,22 miliar yang dikerjakan CV Kastra Putra Perkasa.

‎Proyek dengan masa kontrak 120 hari itu dilaporkan baru mencapai sekitar 85 persen saat kontrak berakhir pada 26 Desember 2025.

‎Sorotan lainnya mengarah pada proyek Rekonstruksi Jalan Lakidende (Dua Jalur) senilai Rp34,72 miliar yang dikerjakan PT Segi Tiga Tambora bersama CV Razka Sarana Konstruksi.

Ilustrasi.


‎Proyek tersebut menjadi perhatian karena papan informasi kegiatan tidak mencantumkan durasi pelaksanaan pekerjaan, sehingga dinilai tidak memenuhi prinsip transparansi dan keterbukaan informasi publik.

‎Selain itu, Fraksi Gerindra juga menyinggung proyek Rekonstruksi/Peningkatan Jalan Inolobunggadue II senilai Rp12,64 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Konawe Tahun Anggaran 2025.

‎Proyek yang dikerjakan CV Sinar Tamu itu dimulai pada 4 November 2025 dengan masa pelaksanaan 58 hari kalender dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025. Namun proyek ini dituntaskan pada awal tahun 2026.

‎Melalui catatan terhadap LPj APBD 2025 tersebut, Fraksi Gerindra berharap Pemerintah Kabupaten Konawe menjadikan evaluasi ini sebagai momentum memperbaiki tata kelola keuangan daerah, meningkatkan kualitas pembangunan, serta memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.


‎Laporan : Febri Nurhuda

admin

Recent Posts

Bupati Konawe Instruksikan Evaluasi Menyeluruh Penggunaan Anggaran, Tak Mau Ada Kesalahan Nomenklatur

Muarasultra.com, KONAWE – Bupati Konawe H. Yusran Akbar mengakui masih terdapat kesalahan dalam penganggaran dan…

12 menit ago

Raih WTP 11 Kali Berturut-turut, DPRD Apresiasi Kinerja Pemkab Konawe ‎ ‎

Muarasultra.com, KONAWE - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Konawe menggelar rapat Paripurna Rancangan…

2 jam ago

Polda Sultra Lidik Laporan Dugaan Perzinaan Sekda Konsel, Nama Wanita Inisial E Mencuat ke Publik

Muarasultra.com, KENDARI - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Ichsan Porosi dilaporkan ke Polda…

3 jam ago

Viral! Tiga Gedung Koperasi Desa Merah Putih Berdiri Berdampingan di Bawah Jembatan Toronipa, Warganet Pertanyakan Efektivitasnya

Muarasultra.com, KONAWE – Sebuah video yang memperlihatkan tiga bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berdiri…

6 jam ago

Kasus Korupsi PJUTS ESDM Stagnan, Direktur CBA Pertanyakan Keseriusan Kortastipidkor Polri ‎

Muarasultra.com, JAKARTA – Penanganan perkara dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di…

7 jam ago

Wujud Nyata Komitmen Pemberantasan Tindak Pidana Narkotika, Polres Kolaka Gagalkan Peredaran 3 Kg Sabu-Sabu ‎

‎Muarasultra.com, KOLAKA – Tim gabungan dari Polres Kolaka dan Polsek Kolaka berhasil mengungkap dugaan tindak…

7 jam ago