Berita

Longsor Gegara Aktivitas Tambang PT Tekonindo, Warga Pongkalaero Minta Ganti Rugi Lahan

Muarasultra.com, BOMBANA – Wawan Zulkarnain (40), warga Desa Pongkalaero Kecamatan Kabaena Selatan Kabupaten Bombana menuntut dan mendesak PT Tekonindo untuk segera membayar ganti rugi lahan miliknya karena terkena dampak longsor akibat aktivitas pertambangan PT Tekonindo.

Wawan Zulkarnain mengungkapkan bahwa PT Tekonindo melakukan penambangan di samping lahan miliknya hingga kedalaman galiannya mencapai kurang lebih 20 sampai 30 meter. Tak lama kemudian, terjadi longsor di aera tersebut. Akibatnya, sekitar 30 meter lahan berserta sejumlah pohon jati milik Wawan Zulkarnain terdampak longsor.

“Lahan saya terkena dampak longsor. Mereka kan ada aktivitas penambangan di area samping kebun saya. Setelah sudah dalam akhirnya yang di samping itu jadi longsor termasuk lahan saya. Karena galian mereka itu sudah dalam sekitar 30 meter. Dan kalau mereka menggali terus di sekitar lahan saya itu pasti akan terjadi longsor lagi”, kata Wawan Zulkarnain kepada media ini, Jumat, 10 Januari 2024.

Wawan Zulkarnain mengaku sudah berkali-kali mencoba berkomunikasi dengan pihak PT Tekonindo untuk meminta ganti rugi lahannya namun hingga saat ini pihak perusahaan belum memberikan respon.

“Saya sudah coba koordiasi. Sudah lama, sekitar satu bulan saya coba komunikasi minta ganti rugi sama pihak perusahaan tapi tidak direspon. Karena setiap kali saya hubungi tidak ada”, keluhnya.

“Saya tuntut ganti rugi saja. Karena ini sudah longsor. Jadi diganti rugi yang terkena dampak. Hanya sampai sekarang belum ada itikad baik dari perusahaan untuk melakukan ganti rugi. Karena setiap kali saya ketemu mereka bilangnya iya nanti. Mereka akui kalau kebun saya terkena dampak, tapi tidak ada kepastian mereka mau bayar ganti rugi atau tidak”, beber Wawan.

Wawan mengaku telah menyampaikan nominal yang dia minta yaitu sebesar Rp300 juta melalui pak Ardi selaku perwakilan pihak perushaan. Hanya saja, pihak perusahaan nampaknya tidak menyanggupi permintaan tersebut dan belum memberikan respon apapun kepada dirinya.

“Saya mintanya Rp300 Juta. Saya sudah sampaikan sama pihak perusahaan. Tapi mereka kayak berat. Mereka tidak mau. Saya tidak tau mereka menyangggupi atau tidak tapi saat ini belum ada kepastian,” tuturnya.

Kendati demikian, ia mendesak PT Tekonindo untuk segera membayarkan uang ganti rugi atas lahan miliknya beserta pohon jati yang terdampak longsor.

“Saya harap secepatnya mereka tanggapi lahan saya yang terdampak itu. Kalau bisa segera dibayarkan,” tukasnya.

Sementara itu, pihak PT Tekonindo baik Pak Rico maupun Nur Baco yang dikonfirmasi terkait hal tersebut belum memberikan keterangan.

Laporan : Redaksi

admin

Recent Posts

‎Muhammad Maulana Ali Syaputra Pimpin DPD KNPI Kendari, Siap Kolaborasi Dukung Program Pemerintah

Muarasultra.com, Kendari -  DPD KNPI Kota Kendari Resmi di Lantik, periode 2025–2028 resmi dilantik, Sabtu…

58 menit ago

Polsek Sampara Fasilitasi Mediasi, Kecelakaan Truk Tangki yang Tabrak Rumah Warga Diselesaikan Kekeluargaan

Muarasultra.com, KONAWE – Jajaran Polsek Sampara melalui Unit Lantas memfasilitasi penyelesaian secara kekeluargaan terkait kecelakaan…

11 jam ago

Rotasi Strategis Polda Sultra: Dirintelkam hingga Kapolresta Kendari Berganti

Muarasultra.com, KENDARI - Polda Sulawesi Tenggara melakukan rotasi besar-besaran. Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan…

24 jam ago

Miris! Plafon Kelas 4 SDN 5 Lasolo Ambruk Saat Proses Belajar, Siswa Nyaris Tertimpa

Muarasultra.com, Konawe Utara – Detik-detik mengerikan terjadi di ruang kelas 4 Sekolah Dasar Negeri (SDN)…

1 hari ago

Mengantuk Saat Berkendara, Mobil Tangki PT EMS Tabrak Rumah Warga di Sampara Konawe

Muarasultra.com, KONAWE – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Desa Andaroa, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe,…

1 hari ago

RUU Pemilu Masuk Fase Krusial, Skema Caleg Suara Terbanyak Berikutnya untuk DPRD Transisi Menguat

Muarasultra.com, JAKARTA - Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Umum di Panitia Kerja (Panja) DPR RI…

1 hari ago