Berita

‎Proyek Rekonstruksi Jalan Oheo Tuai Sorotan, Kualitas Aspal hingga Rabat Beton Diduga Tak Sesuai ‎

Muarasultra.com, KONAWE – Proyek Rekonstruksi Jalan Oheo yang berada di Kelurahan Puunahaa, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, terus menjadi sorotan publik.

‎Selain nilai anggaran proyek yang mencapai sekitar Rp5,1 miliar, kualitas pekerjaan konstruksi juga menuai perhatian.

‎Sejumlah temuan di lapangan memunculkan dugaan adanya pengurangan volume pekerjaan yang berpotensi memengaruhi mutu hasil pembangunan.

Aspal Jalan Oheo berwarna abu-abu, kusam.

‎Berdasarkan hasil peninjauan awak media di lokasi proyek, pekerjaan pengaspalan diduga tidak sepenuhnya memenuhi kualitas yang diharapkan.

‎Secara visual, permukaan aspal tampak berwarna keabu-abuan dan tidak sepekat sebagaimana karakteristik aspal hotmix berkualitas baik.

‎Di beberapa titik juga terlihat butiran pasir dan batu kecil yang terlepas dari permukaan aspal.

‎Selain itu, setelah diguyur hujan, sejumlah ruas jalan tampak menyisakan titik-titik lembap yang memunculkan pertanyaan terkait kualitas material maupun proses pelaksanaan pekerjaan.

Aspal lembab setelah diguyur hujan.

‎Temuan lain yang menjadi perhatian adalah adanya perbedaan luasan rabat beton di sepanjang jalur proyek.

‎Pada kawasan permukiman warga, lebar rabat beton diperkirakan berkisar antara 60 hingga 100 sentimeter.

‎Sementara pada ruas jalan yang berada di area tanpa permukiman, terutama menuju kawasan rumah jabatan (rujab), lebar rabat beton terlihat jauh lebih sempit, yakni sekitar 20 hingga 40 sentimeter.

‎Tak hanya itu, konstruksi talud penahan tebing di beberapa bagian jalan juga dinilai minim lubang resapan atau saluran pembuangan air.



‎Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terjadinya tekanan air pada struktur talud yang berpotensi memicu longsor, terutama saat curah hujan tinggi.

‎Berdasarkan data pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Konawe, proyek Rekonstruksi Jalan Oheo memiliki panjang pekerjaan sekitar 1,33 kilometer dengan nilai kontrak mencapai Rp5,1 miliar.

‎Anggaran tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Konawe Tahun Anggaran 2026.

‎Proyek ini diketahui dikerjakan oleh CV Alif Aura Perkasa. Berdasarkan jadwal pelaksanaan yang tercantum dalam dokumen pengadaan, pekerjaan dimulai pada Maret 2026 dan ditargetkan rampung pada September 2026.

‎Plt Kadis PU Kabupaten Konawe melalui Kepala Bidang Bina Marga Asmar, ST saat dihubungi via telepon enggan menjawab begituan pihak CV Alif Aura Perkasa saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp enggan menjawab.

‎Awak media masih berupaya, menginformasi pihak-pihak terkait .


‎Laporan : Febri Nurhuda



admin

Recent Posts

OPD dan Camat di Konawe Minim Inovasi Akan Dievaluasi ‎

‎Muarasultra.com, Konawe – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Ferdinand, menegaskan pentingnya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan…

3 jam ago

‎Pesan Cewek Lewat Michat, Dua Lurah di Kota Kendari Digrebek Warga ‎

Muarasultra.com, KENDARI - Dua Lurah di kota kendari yang berinisial ZM dan RAK kedapatan sedang…

3 jam ago

OPINI: Misteri di Balik Pemulihan 6 Juta Meter Kubik Limbah TTM B3 Warisan Chevron di Blok Rokan Riau ‎

Oleh: Novrizon Burman ‎ Muarasultra.com, RIAU - ‎DI TENGAH berbagai proyek strategis yang sedang berlangsung…

4 jam ago

Ajakan Menteri LH untuk Tobat Ekologis, CERI; Hanya Lip Service Tanpa Tindakan Nyata

Muarasultra.com, JAKARTA - Ajakan Menteri Lingkungan Hidup (LH) M. Jumhur Hidayat kepada masyarakat untuk melakukan…

8 jam ago

Tambang PT Pandu Urane Perkasa Diduga Beroperasi Secara Ilegal, Putusan Kementerian ESDM Diabaikan

‎Muarasultra.com, KENDARI - Perusahaan Tambang PT Pandu Urane Perkasa (PUP) masih eksis melakukan aktivitas penambangan…

1 hari ago

‎Gol Arifuddin dan Tendangan Bebas Aditya Putra di Menit Akhir, Antar Unaaha FC Melaju ke Babak 16 Besar Piala Presiden

Muarasultra.com, BANTUL – Unaaha FC Sulawesi Tenggara memastikan satu tempat di babak 16 besar Liga…

1 hari ago