Berita

Kontroversi Pelantikan Kepsek, Eks Kepala Sekolah dan Aktivis Geruduk Dikbud Konawe, Tuntut Penjelasan

Muarasultra.com, KONAWE – Puluhan aktivis bersama eks kepala sekolah dan pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Selasa (24/2/2026).

Aksi tersebut dipicu oleh keputusan Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, yang melantik sejumlah kepala sekolah (kepsek) beberapa waktu lalu. Para demonstran menilai pelantikan itu diduga tidak sesuai prosedur karena dilakukan tanpa Peraturan Teknis (Pertek).

Salah satu orator aksi, Sumantri, menyatakan pelantikan kepala sekolah di TPA Mataiwoi diduga sarat pelanggaran administrasi. Ia mencontohkan adanya sejumlah nama yang disebut dilantik untuk satu jabatan yang sama.


Selain itu, kata dia, terdapat kepala sekolah yang dinonaktifkan (nonjob) atau diberhentikan tanpa penjelasan maupun dasar pelanggaran yang jelas.

“Ini jelas pelanggaran. Kami memastikan pelantikan kemarin cacat administrasi,” tegas Sumantri dalam orasinya.

Sumantri juga menyoroti dampak kebijakan tersebut terhadap kepala sekolah yang dinonjob atau dimutasi ke daerah terpencil. Menurutnya, kondisi itu berpotensi membuat mereka kehilangan jam mengajar sebagai syarat pemenuhan tunjangan sertifikasi.

Kordinator Lapangan, Sumantri, S.Sos.

“Mereka punya keluarga yang harus dinafkahi. Hilangnya tunjangan sertifikasi tentu berdampak secara moral dan psikologis bagi ratusan kepala sekolah yang dinonjob,” ujarnya.

Senada dengan itu, Agus Marwan mempertanyakan peran Dinas Pendidikan Konawe dalam proses pelantikan tersebut. Ia menilai dinas merupakan pihak yang paling mengetahui distribusi guru dan kepala sekolah di seluruh wilayah Konawe.

“Dinas yang lebih tahu siapa yang sudah mengikuti penjenjangan, siapa yang memiliki sertifikat calon kepala sekolah (Cakep), dan alasan pemberhentian atau nonjob itu harus dijelaskan,” ungkap Agus.

Sekdis Dikbud Konawe, Ahmad Jauhari.

Menanggapi tuntutan massa, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe, Ahmad Jauhari, menjelaskan bahwa pihaknya hanya mengusulkan daftar nama calon kepala sekolah sebelum pelantikan dilakukan.

“Dikbud Konawe hanya mengusulkan nama calon kepala sekolah,” jelasnya.

Ia juga menyebut pihaknya telah bertemu dengan sejumlah kepala sekolah yang diberhentikan untuk membahas distribusi jam mengajar agar tunjangan sertifikasi mereka tetap dapat terpenuhi.

“Kami sudah melakukan pertemuan untuk mengurus jam mengajar supaya tunjangan sertifikasi mereka tetap terpenuhi. Sekali lagi, Diknas Konawe hanya mengusulkan nama, bukan penentu,” pungkas Ahmad Jauhari.

Laporan: Febri Nurhuda

 

 

admin

Recent Posts

Beredar Video Insiden Fatality di Lokasi PT SCM Jalur BDM, Dua Unit Truk Diduga Tabrakan

Muarasultra.com, KONAWE - Beredar video insiden fatality di jalur Hauling PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT…

5 jam ago

Gerebek Tiga Lokasi di Kampung Salo, Polda Sultra Amankan 11 Orang, Sejumlah Sajam Hingga Selongsong Peluru

Muarasultra.com, KENDARI – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) mengungkap hasil penggerebekan dan pembersihan di…

7 jam ago

Dua Periode Pimpin Lamoen, Arlin Saranani Kembali Maju dengan Moto “Mengabdi dengan Hati, Membangun dengan Bukti”

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN - Memasuki kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Lamoen tahun 2026, sosok…

10 jam ago

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Pondidaha Ajak Warga Cegah Narkoba dan Jaga Kamtibmas Lewat Jumat Keliling

Muarasultra.com, KONAWE – Kapolsek Pondidaha, Iptu Amar Asran, S.H., mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan…

10 jam ago

Proyek Penanggunglangan Banjir di Wonggeduku Gunakan Material Batu dari Kecamatan Sawa

Muarasultra.com, KONAWE - Proyek penanggunglangan banjir sungai Konaweeha milik PJSA di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku,…

12 jam ago

Kejati Sultra Tetapkan Eks Sekda dan Bendahara Jadi Tersangka, Siapa Menyusul?

Muarasultra.com, KONAWE - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara menetapkan dua orang tersangka dalam perkara dugaan…

1 hari ago