Foto IG @Rudyworldpacker.
Muarasultra.com, Konawe Selatan – Keindahan Pantai Kartika (Tanjung Kartika) yang berada di Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kini menuai sorotan publik.
Sorotan tersebut disampaikan akun Instagram @rudyworldpacker, seorang traveler bernama Rudy asal Yogyakarta, melalui unggahan video pemandangan Pantai Kartika yang diambil dari udara.
Dalam keterangannya, ia mengungkapkan kekhawatiran atas potensi kerusakan lingkungan yang kian meluas akibat aktivitas tambang.
“Jangan sampai anak cucu kita kelak tidak bisa lagi menikmati kecantikan Pantai Kartika ini,” tulisnya dalam unggahan tersebut, Minggu (28/12/2025).
Ia menjelaskan, Pantai Kartika memiliki potensi wisata unggulan karena keindahan alamnya yang masih asri serta jaraknya yang relatif dekat dari Kota Kendari, dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan darat. Pemandangan pantai itu bahkan disebut menyerupai panorama pulau-pulau wisata di Indonesia.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas pertambangan dinilai mulai berdampak pada kondisi lingkungan di sekitar pantai. Bukit dan tebing karst yang menjadi ciri khas kawasan tersebut disebut mengalami kerusakan.
Parahnya lagi, ia menyinggung adanya spot wisata lain di sekitar Pantai Kartika yang dikenal dengan sebutan “Pantai Senja” yang kini disebut sudah rata dengan tanah. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan terjadi pula di Pantai Kartika jika eksploitasi alam terus berlanjut.
“Parahnya lagi di sekitar Pantai Kartika dahulu terdapat spot wisata “Pantai Senja” yang saat ini sudah rata dengan tanah,” lanjutnya.
Rudy mengaku Pantai Kartika menjadi destinasi wisata pertama selama perjalanannya keliling Indonesia yang membuatnya merasa sedih. Padahal, ia telah menjelajahi berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Raja Ampat, Papua Barat Daya.
“Selama keliling Indonesia, Pantai Kartika ini merupakan tempat wisata pertama yang bikin aku nyesek dan sedih banget,” tulisnya.
Ia menegaskan keprihatinannya bukan karena berasal dari daerah tersebut, melainkan karena melihat langsung kerusakan alam yang dinilai sebagai dampak dari keserakahan manusia dalam mengeksploitasi lingkungan.
Unggahan tersebut ditutup dengan pesan reflektif tentang pentingnya menjaga alam, disertai kutipan, “Ketika pohon terakhir telah mati, sungai terakhir telah tercemar, dan ikan terakhir telah ditangkap, barulah manusia akan menyadari bahwa ia tidak bisa makan uang.”
Keindahan Pulau Senja dan Pantai Kartika kini disebut berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Kerusakan di kawasan tersebut diduga dipicu aktivitas tambang batu gamping yang dilakukan oleh tiga perusahaan, yakni PT Hoffmen Energi Perkasa, PT Ramadhan Moramo Raya, dan PT Citra Khusuma Sultra.
Praktisi Pariwisata Sultra, Ahmad Nizar, menilai keberadaan aktivitas pertambangan di dua destinasi wisata itu berpotensi menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan pariwisata di Konsel. Ia menyebut eksploitasi yang terus berlangsung dapat berdampak pada hilangnya daya tarik wisata di kawasan Moramo dan Moramo Utara.
“Memang kawasan Moramo dan Moramo Utara ini primadona tambang batu gamping, tetapi saya tidak membayangkan sampai di kawasan wisata Tanjung Kartika dan Pulau Senja. Dengan kondisi lingkungan saat ini, saya yakin, dua destinasi tersebut tidak akan masuk lagi dalam daftar kunjungan wisata,” beber Nizar melansir Kendariinfo.com.
Laporan : Febri Nurhuda
Muarasultra.com, JAKARTA – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menonaktifkan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rumah Tahanan…
Muarasultra.com, KONAWE – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial…
Muarasultra.com, KONAWE – Di tengah dorongan kuat pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi anggaran melalui Instruksi…
Muarasultra.com, KENDARI – Narapidana korupsi pertambangan, Supriadi, dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Langkah tegas diambil Kakanwil…
Muarasultra.com, KENDARI – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Molawe membuka layanan aduan 24…
Muarasultra.com, KONAWE – Di tengah dorongan kuat pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi anggaran melalui Instruksi…