Categories: BeritaHeadlineHukum

Jejak Tan Paulin Dalam Proyek PT KAI

Muarasultra.com, JAKARTA – Polemik proyek terminal batu bara di Stasiun Kramasan, Sumatera Selatan, menyeret dua entitas besar: PT KAI Logistik dan PT Sentosa Laju Sejahtera (SLS).

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, secara tegas meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) turun tangan menyelidiki dugaan penyimpangan pemanfaatan aset negara milik PT KAI (Persero).

Menurut Uchok, kerja sama antara KAI Logistik dan SLS penuh kejanggalan sejak awal. “Perjanjian kerja sama sudah diteken pada 13 Maret 2024, tapi sebelumnya sudah ada term sheet yang ditandatangani pada 14 Juli 2023. Namun, pemilihan mitra dilakukan diam-diam, tanpa transparansi. Apakah lewat tender atau penunjukan langsung? Ini mencurigakan!” tegas Uchok.

Uchok menyebut SLS, perusahaan yang didirikan oleh Tan Paulin pada 2021, memiliki rekam jejak yang perlu dicurigai.

“Tan Paulin sendiri pernah diperiksa oleh KPK pada 29 Agustus 2024. Jadi kenapa KAI Logistik mau bermitra dengan perusahaan yang punya benang merah dengan kasus hukum?” tanya Uchok dengan nada geram.

Uchok juga menambahkan Kejagung harus segera memanggil para pihak terkait. Dari Irwantono Sentosa (Komisaris Utama SLS), Dian Sanjaya (Direktur SLS), hingga jajaran direksi KAI Logistik.

Sebelumnya, pemerhati intelijen Sri Radjasa Chandra juga telah mengingatkan publik soal sepak terjang Tan Paulin yang dikenal ‘bermain’ di area abu-abu.

“Sudah jadi rahasia umum, nama Tan Paulin terkait kasus gratifikasi dan pencucian uang bersama mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari. Bagaimana bisa SLS kemudian dijadikan mitra dalam proyek strategis milik BUMN?” ujarnya.

Sri Radjasa juga mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas proses penunjukan mitra oleh KAI Logistik.

“Kalau lewat tender, siapa saja peserta lainnya? Kalau penunjukan langsung, apa dasarnya menunjuk SLS? Ini harus dijelaskan terbuka kepada publik,” tegasnya.

CBA dan pengamat intelijen sama-sama menuntut Kejagung segera bertindak. Dugaan adanya ‘hengki pengki’ dan permainan kotor dalam pemanfaatan aset negara demi kepentingan swasta tak boleh dibiarkan. Uang rakyat dan aset BUMN harus diselamatkan.

“KAI Logistik jangan jadi sarang permainan gelap. Jika tidak ada yang ditutupi, buka semua prosesnya ke publik. Jika ada kejahatan, Kejagung harus bertindak cepat!” tutup Uchok.

Laporan : Redaksi

admin

Recent Posts

Dana Pembebasan Lahan Diduga Belum Disalurkan, Emak-Emak Morombo Pantai Turun ke Jalan Tuntut Transparansi

‎Muarasultra.com, KONAWE UTARA - Ratusan warga desa Morombo Pantai, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi…

2 jam ago

Menteri Nusron Serahkan Sertipikat Wakaf dan Bantuan dari MUI untuk Masjid Salman Alfarisi Aceh Tamiang

Muarasultra.com, Aceh Tamiang - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid,…

10 jam ago

Kemenag Konawe Peringati Hari Anak Nasional 2026, Teguhkan Komitmen Wujudkan Madrasah Ramah Anak

Muarasultra.com, KONAWE – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe menggelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional…

23 jam ago

Sederet Kejanggalan dan Dugaan Pelanggaran di Dapur SPPG Kendari Caddi 3, Aktivis Desak Audit Khusus dan Pembekuan Operasional

Muarasultra.com, KENDARI – Dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) dan petunjuk teknis (juknis) mencuat dalam…

2 hari ago

Disnaker Konut Lakukan Kordinasi Dugaan Perampasan Hak Lembur Karyawan PT NPM Site Bososi

Muarasultra.com, KONAWE UTARA – Dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Konawe Utara mengambil langkah…

2 hari ago

KPK Telusuri Jejak Uang Tambang Rita Widyasari, Bos-Bos Perusahaan Batu Bara Dipanggil

Muarasultra.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa petinggi dua perusahaan dalam pengembangan kasus dugaan…

2 hari ago