Berita

Dikerjakan CV Berdaya Mediatama Proyek Pengaspalan Rp 6,9 Miliar di Kelurahan Lasada – Latoma Kembali Rusak

Muarasultra.com, KONAWE – Proyek peningkatan dan rekonstruksi Jalan Mali–Singgima di Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menuai sorotan publik. Pasalnya, meski proyek baru berjalan sekitar satu bulan, sejumlah titik jalan sudah mengalami kerusakan.

Proyek jalan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Konawe Tahun Anggaran 2024 ini menelan biaya sebesar Rp6,99 miliar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaksana proyek adalah CV. Berdaya Mediatama, dengan masa kontrak selama 180 hari kalender terhitung sejak 8 Mei 2024.

Namun, berdasarkan pantauan di lapangan serta keluhan warga sekitar, kerusakan jalan sudah tampak jelas sebelum masa kontrak berjalan setengah. Permukaan jalan terlihat retak, bergelombang, dan berlubang, terutama setelah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.

Warga menyayangkan kualitas jalan yang dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran.

“Baru selesai dikerja, sudah rusak lagi. Kami pertanyakan kualitasnya, karena anggarannya juga tidak kecil,” ungkap salah seorang warga kepada awak media.

Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa pengerjaan proyek tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Masyarakat mendesak agar pengawasan terhadap proyek infrastruktur lebih ketat, guna mencegah pemborosan anggaran dan kerugian publik.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Konawe, Ilham Jaya, ST., MM, mengakui adanya kerusakan di ruas jalan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kontraktor untuk segera melakukan perbaikan.

“Kontraktor sudah turun tangan melakukan pemeliharaan terhadap kerusakan yang terjadi,” ujar Ilham saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin sore, 7 Juli 2025.

Terkait kerusakan yang cepat terjadi, Ilham menjelaskan bahwa salah satu penyebabnya adalah beban kendaraan yang melintas di luar kapasitas maksimal jalan tersebut. Ia menekankan bahwa pemeliharaan menjadi tanggung jawab penuh pihak kontraktor.

“Intensitas kendaraan berat yang melampaui kapasitas jalan menjadi salah satu faktor utama kerusakan dini itu,” tambahnya.

Proyek infrastruktur seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, jika pengerjaannya tidak profesional, justru akan menjadi sumber kekecewaan dan pemborosan anggaran.

Diharapkan, Dinas terkait dan pelaksana proyek segera mengevaluasi dan memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan standar teknis dan kontrak yang telah ditetapkan.

Laporan: Redaksi

admin

Recent Posts

‎Kapolres Konawe Pimpin Pelantikan Kabag Ops dan Sertijab Kasat Lantas, Bawa Semangat Baru Tingkatkan Pelayanan ‎

Muarasultra.com, KONAWE – Polres Konawe Polda Sultra menggelar upacara pelantikan Kabag Ops dan serah terima…

1 jam ago

Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Polsek Asera Bersama Pemerintah Desa Wawolimbue Pasang Baliho Himbauan

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran…

13 jam ago

Karyawan PT Konutara Sejati Ditemukan Tewas di Mess, Polisi Lakukan Penyelidikan ‎

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Seorang pria berusia 62 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam kamar…

13 jam ago

Mutasi Polda Sultra, Berikut Daftar Nama PJU Polres Konawe yang Akan Dilantik Besok

Muarasultra.com, KONAWE - Kepolisian Daerah atau Polda Sultra kembali melakukan mutasi sejumlah pejabat utama (PJu)…

17 jam ago

Polres Konawe dan Polsek abuki Kawal Pemeriksaan Setempat Sengketa Lahan, Pastikan Proses Hukum Berjalan Aman dan Kondusif

Muarasultra.com, KONAWE – Polres Konawe melalui jajaran Polsek Abuki melaksanakan pengamanan kegiatan pemeriksaan setempat (PS)…

18 jam ago

Safari Kamtibmas di Onembute, AKBP Edi Raharjono Sampaikan Pesan Kamtibmas ‎

Muarasultra.com, KONAWE – Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono, S.I.K., M.Si. bersama jajaran Pejabat Utama (PJU)…

18 jam ago