Categories: AdventorialKonawe

BPS Konawe Catat Inflasi Januari 2024 di Angka 2,29 Persen, Kategori Terkendali

Muarasultra.com, KONAWE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe mencatat pada Januari 2024 terjadi inflasi month-of-month (m-on-m) sebesar 0,31 persen, inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2.29 persen dan inflasi year-on-date (y-on-d) sebesar 0,31 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,91 di Kabupaten Konawe.

Informasi ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe, Sultriawati Efendy, SP., MS., saat menyampaikan rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Januari 2024 di Kantor BPS Kabupaten Konawe, Kamis (1/2/2024).

Dalam kesempatan itu, hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinan Sapan, SH. MH., Kepala Perum Bulog Subdivre Unaaha, Muh. Abdan Djarmin, SE, MM., Asisten II Setda Konawe Akbar Latiway, SP. M.SI., serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemda Konawe.

Sultriawati Efendy menyebutkan Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran.

Yang pertama kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,14 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,65 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,23 persen. Kelompok transportasi sebesar 0,92 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,74 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,30 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,87 persen.

“Sementara itu, beberapa indeks kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan, yaitu: kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,38 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen. Adapun kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, dan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks,” jelas Kepala BPS Konawe.

Dijelaskan, penyumbang utama inflasi bulan Januari 2024 secara m-to-m adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0.33%.

Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga dan kelompok transportasi dengan andil masing-masing sebesar 0.01%.

Untuk komoditas penyumbang utama inflasi antara lain tomat, ikan layang/ikan benggol, bawang merah, ikan mujair, sigaret kretek mesin (SKM), sagu, bawang putih, dan kol pu

Selanjutnya, penyumbang utama inflasi pada Januari 2024 secara year-on-year adalah:

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1.72%. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah beras, tomat, ikan mujair, sigaret kretek mesin (SKM), terong, sawi hijau, cabai rawit, kacang panjang, gula pasir, dan minyak goreng.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil masing- masing 0.14%. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok-kelompok ini adalah bahan bakar rumah tangga, es, bakso siap santap, hand body lotion, pembalut wanita, dan papok bayi sekali pakai/diapers.

Tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Kabupaten Konawe bulan Januari 2024 masing-masing sebesar 0,31 persen dan 0,31 persen.

“Tingkat inflasi ini masih dalam kategori aman atau terkendali, jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Sulawesi Tenggara. Untuk tingkat inflasi tertinggi year-on-year terjadi di kota Bau-bau sebesar 3.88, dan terendah terjadi di kota Kendari sebesar, 1.92. Dan untuk Kabupaten Kolaka sebesar sedikit lebih besar dari Kabupaten Konawe sebesar 2.89,” sebutnya.

Duduk dari kiri ke Kanan, Kepala Perum Bulog Subdivre Unaaha, Muh. Abdan Djarmin, SE, MM., Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinan Sapan, SH. MH., Kepala BPS Kabupaten Konawe, Sultriawati Efendy, SP., MS.

Perihal tingkat inflasi yang saat ini terjadi, Kepala BPS Kabupaten Konawe berharap agar semua pihak bekerjasama untuk mengendalikan inflasi.

“Tidak ada inflasi yang baik, tidak ada deflasi buruk tetapi bagaimana kita bisa mengendalikan ekonomi kita sehingga dapat berjalan sebagaimana mestinya, intinya bagaimana caranya agar kita bisa mengendalikan inflasi di kabupaten Konawe,” pungkasnya.

Menanggapi tingkat inflasi yang disebutkan, Sekda Konawe Ferdinan Sapan menginstruksikan kepada sejumlah pimpinan OPD untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencegahan agar tingkat inflasi dapat dikendalikan pada bulan yang akan datang.

“Saat ini inflasi kita masih dalam kategori terkendali, olehnya kepada teman-teman pimpinan OPD, dinas pertanian, perindustrian, ketahanan pangan, peternakan untuk segera kita lakukan langkah-langkah mitigasi agar tingkat inflasi kita tetap terkendali,” terangnya.

Laporan : Febri

admin

Recent Posts

‎Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Melalui Jalur Reguler Nasional, Tidak Ada Kuota Khusus maupun Titipan

Muarasultra.com, JAKARTA – Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Pol. Anwar,…

2 jam ago

Demi Keadilan Investasi, Ampuh Sultra Minta ESDM RI Tak Setujui RKAB PT. WIN, Hendro Nilopo : Sebaiknya Kementerian Turun Lapangan!

Muarasultra.com, KENDARI - Polemik investasi pertambangan PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Kab. Konawe Selatan…

3 jam ago

Polsek Abuki Ringkus Dua Pria Terduga Pencabulan Anak Dibawah Umur di Asinua

Muarasultra.com, KONAWE - Polsek Abuki meringkus dua pria terduga pelaku pencabulan di Kecamatan Asinua, Kabupaten…

3 jam ago

Pusaran Korupsi Tambang di Blok Mandiodo, UPP Kelas I Molawe Tak Pernah Tersentuh

Muarasultra.com, KONUT – Pusaran korupsi tambang nikel di Blok Mandiodo, Konawe Utara, Kejaksaan Tinggi atau…

4 jam ago

Oknum Syahbandar Molawe Diduga Terlibat Dalam Pusaran Kasus Penjualan Ban Bekas Ilegal Melalui Jetty PT. PMS

Muarasultra.com, KENDARI – Barisan Pemantau Hukum (BPH) mengendus adanya dugaan keterlibatan KUPP Kelas I Molawe…

4 jam ago

Polda Sultra Bongkar Tambang Batu Ilegal di Kolaka, Satu Tersangka Ditahan ‎

Muarasultra.com, KOLAKA - Dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka…

5 jam ago