Berita

BPK RI ungkap PT TMS Milik SAA Garap Hutan Lindung tanpa IPPKH di Bombana

Muarasultra.com, BOMBANA – Aktivitas pertambangan di Sulawesi Tenggara kembali menjadi sorotan. PT Tonia Mitra Sejahtera (TMS) milik SAA diduga melakukan eksploitasi tambang di kawasan Hutan Lindung seluas 147,60 hektar di Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, tanpa mengantongi Surat Keputusan (SK) Pinjam Pakai Kawasan Hutan (PPKH) yang sah.

Temuan ini diungkapkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Nomor 13/LHP/XVII/05/2024, yang dirilis pada Mei 2024. Laporan tersebut merupakan bagian dari audit terkait pengelolaan perizinan pertambangan mineral, batubara, dan batuan di beberapa provinsi, termasuk Sulawesi Tenggara.

Aktivitas ini teridentifikasi di kawasan Hutan Lindung seluas 147,60 hektar yang terletak di Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Melalui citra satelit, terdeteksi bahwa PT TMS membuka beberapa lokasi pertambangan dengan rincian luas sebagai berikut: Bukaan TMS 1 seluas 40,17 hektar, Bukaan TMS 2 seluas 3,27 hektar, Bukaan TMS 3 seluas 17,90 hektar, Bukaan TMS 4 seluas 5,61 hektar, Bukaan TMS 5 seluas 18,99 hektar, Bukaan TMS 6 seluas 42,41 hektar, Bukaan TMS 7 seluas 11,41 hektar, Bukaan TMS 8 seluas 1,32 hektar, dan Bukaan TMS 9 seluas 6,52 hektar.

Temuan ini disampaikan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu yang dilakukan oleh BPK-RI pada bulan Mei 2024, dengan Nomor 13/LHP/XVII/05/2024, mengenai pengelolaan perizinan pertambangan mineral, batubara, dan batuan di beberapa provinsi, termasuk Sulawesi Tenggara.

Menanggapi hal tersebut, BPK-RI merekomendasikan agar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera menginstruksikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian terkait operasi pertambangan serta melakukan telaahan terhadap dokumen kegiatan pertambangan yang tidak memiliki SK PPKH. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah.

PT TMS sendiri diketahui memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) sesuai dengan Keputusan Menteri Nomor SK 4/1/IUP/PMDN/2023 tanggal 3 Agustus 2023, yang menyetujui peningkatan IUP Eksplorasi menjadi IUP Operasi Produksi. Masa berlaku IUP ini adalah 20 tahun, dan lokasi penambangan berada di Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pada tahun 2023, Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT TMS disetujui dengan target produksi dan penjualan domestik sebesar 3.500.000 ton. PT TMS juga memiliki SK PPKH Nomor SK.7431/Menlhk-PKTL/REN/PLA.0/9/2019 yang diterbitkan pada 12 September 2019.

Laporan : Redaksi

admin

Recent Posts

Senggol Ridwan Bae di Tiktok, Kadis Pariwisata Sultra Nyaris Diamuk Massa Dikantornya

Muarasultra.com, KENDARI - Kadis Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. M. Ridwan Badallah, S.Pd, MM., nyaris…

2 jam ago

Polres Konawe Utara Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Gelorakan Semangat Pelayanan Masyarakat

Muarasultra.com, Konawe Utara — Kepolisian Resor (Polres) Konawe utara gelar upacara bendera dalam rangka memperingati…

4 jam ago

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polres Konawe Kobarkan Semangat Persatuan dan Nasionalisme

Muarasultra.com, KONAWE – Polres Konawe menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di…

4 jam ago

Kementerian ATR/BPN Sertipikasi Lebih dari 50 Ribu Tanah Wakaf dalam Periode Dua Tahun Kabinet Merah Putih

Muarasultra.com, Jakarta - Tanah wakaf yang umumnya digunakan untuk kepentingan ibadah, pendidikan, serta kegiatan sosial…

6 jam ago

Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran Tanah 4,8 Juta Hektare Melalui ILASPP

Muarasultra.com, Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan perluasan pendaftaran tanah…

6 jam ago

UU Pengaturan Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Masyarakat dalam Konflik Pertanahan

Muarasultra.com, Jakarta - Pemulihan hak masyarakat menjadi salah satu mekanisme penyelesaian konflik agraria yang diatur…

6 jam ago