Berita

Asisten II Konawe Hadiri Penyerahan Ambulans, Warga Tumpas Buktikan Kekuatan Gotong Royong

Muarasultra.com, KONAWE – Semangat gotong royong masyarakat Muslim Kelurahan Tumpas, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, berhasil mewujudkan satu unit mobil ambulans yang pengadaannya dilakukan secara swadaya.

‎Mobil ambulans tersebut diserahkan oleh Panitia Pengadaan Mobil, H. Aras Paggasa, kepada Lurah Tumpas, Andi Muhammad Idris, SE, untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak pengelola.

‎Penyerahan kunci ambulans turut dihadiri Asisten II Setda Konawe, H. Gunawan Samad, SP, Sekcam Unaaha, Perwakilan RSUD Konawe dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

‎Dalam sambutannya, Lurah Tumpas, Andi Muhammad Idris, SE, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan ambulans tersebut.

‎“Atas nama Pemerintah Kelurahan Tumpas, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setulus-tulusnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mewujudkan ambulans ini,” ujarnya.

‎Menurutnya, ambulans tersebut bukan sekadar kendaraan, tetapi merupakan wujud doa, keikhlasan, pengorbanan, serta semangat gotong royong masyarakat Tumpas.

‎“Besar atau kecilnya sumbangan tidak mengurangi nilai ketulusan, karena setiap bantuan yang diberikan dengan ikhlas sangat berarti,” katanya.

‎Secara khusus, Andi Muhammad Idris menyampaikan apresiasi kepada H. Aras Paggasa yang dinilai telah bekerja dengan penuh ketulusan dalam membantu proses pengadaan ambulans.

‎Lurah Tumpas berharap seluruh bantuan dan pengorbanan yang diberikan menjadi amal jariyah serta mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.

‎Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada keluarga dan masyarakat Tumpas yang saat ini berdomisili di luar Kelurahan Tumpas. Menurutnya, jarak tidak boleh menghilangkan ikatan kekeluargaan dan rasa memiliki terhadap kampung halaman.

‎“Tumpas adalah rumah bersama dan persaudaraan yang harus kita pelihara,” tuturnya.

‎Selain itu, penghargaan turut diberikan kepada keluarga besar Haji Nur yang telah mewakafkan tanah seluas 2 hektare di Desa Asao, Kecamatan Tongauna, sebagai lokasi pemakaman umat Islam.

‎Andi Muhammad Idris menyebut wakaf tersebut sebagai amal jariyah yang diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.

‎Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa pengadaan ambulans sebelumnya ditargetkan baru dapat direalisasikan pada Desember 2026.

‎Namun, berkat dukungan dan kepedulian masyarakat Tumpas, termasuk keluarga yang berdomisili di luar kelurahan, target tersebut dapat dicapai lebih cepat.

‎“Ambulans ini sebenarnya kita rencanakan baru dapat direalisasikan pada bulan Desember 2026. Namun atas izin Allah SWT, serta berkat dukungan, kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat Tumpas dan keluarganya yang berdomisili di luar Kelurahan Tumpas, target tersebut sudah dapat kita capai pada akhir Agustus 2026,” ungkapnya.

‎Andi Idris menilai pencapaian tersebut patut disyukuri karena ambulans yang hadir bukan hanya berupa kendaraan, melainkan menjadi simbol kepedulian, persaudaraan, dan harapan masyarakat.

‎“Ambulans ini lahir dari swadaya masyarakat Tumpas atas dasar kebutuhan bersama. Bukan karena kita menunggu bantuan, tetapi karena kita memilih untuk bergerak bersama,” tegasnya.

‎Ia menjelaskan, kontribusi masyarakat dalam pengadaan ambulans diberikan dalam berbagai bentuk. Ada yang menyumbangkan dana sesuai kemampuan, tenaga, pikiran, maupun doa.

‎Menurutnya, seluruh bentuk kontribusi tersebut memiliki nilai yang besar karena menjadi bagian dari proses mewujudkan kebutuhan bersama.

‎“Ketika masyarakat bersatu dan memiliki tujuan yang sama, sesuatu yang awalnya terasa sulit ternyata dapat diwujudkan lebih cepat dari yang kita bayangkan,” katanya.

‎Andi Muhammad Idris menegaskan, ambulans tersebut dihadirkan untuk kepentingan masyarakat dan kemanusiaan.

‎Kendaraan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, baik dalam pengantaran pasien, jenazah, maupun keperluan sosial lainnya.

‎Karena merupakan hasil swadaya masyarakat, ia mengajak seluruh warga Tumpas dan keluarga yang berada di luar kelurahan untuk bersama-sama menjaga dan merawat ambulans tersebut.

‎“Ambulans ini adalah milik bersama masyarakat Tumpas dan keluarganya yang berdomisili di luar Kelurahan Tumpas. Karena itu, mari kita jaga bersama, kita rawat bersama dan kita gunakan dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan peruntukannya,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, semangat gotong royong yang telah melahirkan ambulans tersebut diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Pemerintah Kelurahan Tumpas selanjutnya akan berupaya mengoptimalkan operasional ambulans agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

‎Salah satu rencana yang akan dikembangkan adalah pembentukan Tim Relawan Reaksi Cepat untuk mendukung program tersebut dengan melibatkan masyarakat Kelurahan Tumpas yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan dan kebencanaan.

‎“Jangan berhenti bergotong royong, jangan berhenti peduli dan jangan berhenti membantu sesama. Saya yakin masih banyak kebaikan lain yang bisa kita wujudkan apabila masyarakat Tumpas tetap bersatu,” tuturnya.

‎Lebih lanjut, Andi Muhammad Idris berharap Kelurahan Tumpas tidak hanya berkembang dalam pembangunan, tetapi juga semakin kuat dalam persaudaraan dan kepedulian sosial.

‎Lurah Tumpas Andi Muhammad Idris mengajak masyarakat untuk saling membantu ketika ada warga yang sakit, mengalami kesulitan, maupun ketika ada keluarga yang sedang berduka.

‎“Jangan sampai ada masyarakat Tumpas yang merasa sendirian ketika menghadapi kesulitan. Itulah nilai yang ingin kita bangun melalui hadirnya ambulans ini,” katanya.

‎Menutup sambutannya, Andi Muhammad Idris kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung terwujudnya ambulans tersebut.

‎Ia menegaskan, keberadaan ambulans bukan merupakan keberhasilan pribadi maupun Pemerintah Kelurahan Tumpas, melainkan hasil kerja bersama seluruh masyarakat.

‎“Ini bukan keberhasilan Lurah, bukan keberhasilan pemerintah kelurahan, tetapi keberhasilan seluruh masyarakat Tumpas,” tegasnya.

‎Selanjutnya, Andi Muhammad Idris berharap keberhasilan tersebut menjadi awal dari semangat baru untuk terus membangun, berbagi, serta menjaga Kelurahan Tumpas sebagai lingkungan yang penuh kepedulian dan kekeluargaan.


‎Laporan: Febri Nurhuda

admin

Recent Posts

Peduli Sesama, Dapur SPPG Abuki Salurkan Bantuan Logistik untuk Relawan Pencarian Warga Hilang

Muarasultra.com, KONAWE – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Abuki dengan…

1 jam ago

Hauling Ore Nikel di Pomalaa Disorot, HMI Kolaka Minta PT Vale Buka Data dan Dokumen Pengiriman

Muarasultra.com, KOLAKA - Polemik pengelolaan ore nikel di kawasan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, kembali memanas. Aktivitas…

2 jam ago

Hari Kedua, Tim SAR Perluas Pencarian Nasarudin yang Diduga Hilang di Hutan Anggoro

Muarasultra.com, KONAWE — Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap Nasarudin (52), warga Desa…

7 jam ago

Kualitas Udara Memburuk Karena Kebakaran Hutan, Pemkab Koltim Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh

‎Muarasultra.com, KOLAKA TIMUR — Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak…

8 jam ago

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Muarasultra.com, Jakarta - Menanggapi pertanyaan wartawan terkait isu yang saat ini berkembang, Wakil Menteri Agraria…

17 jam ago

Balik Nama Selesai dalam Tujuh Hari, Masyarakat Jadi Bisa Lebih Cepat Memanfaatkan Sertipikat Tanah

Muarasultra.com, Jakarta - Percepatan layanan pertanahan yang dilakukan lewat Peralihan Hak Terintegrasi (PERINTIS) 10 Hari,…

17 jam ago