Berita

Aroma Tambang Galian C Ilegal di Kolaka Luput dari Pengawasan, Kapolres Didesak Lakukan Penertiban

Muarasultra.com, KOLAKA — Aktivitas tambang galian C di wilayah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Sejumlah titik diduga menjalankan praktik pertambangan ilegal dengan modus berkedok “pemerataan lahan”.

Salah satu lokasi yang ramai diperbincangkan berada di Kecamatan Watubangga. Di area tersebut, aktivitas penggalian tanah dan pasir berlangsung cukup intens. Material hasil galian diketahui keluar dari lokasi dan diduga diperjualbelikan, meskipun pihak pengelola menyebut kegiatan itu hanya sebatas pemerataan lahan.

Seorang warga berinisial AN yang ditemui di sekitar lokasi mengungkapkan, masyarakat yang hendak mengambil material tetap dikenakan biaya, meskipun menggunakan kendaraan pribadi.

“Kalau mau ambil tanah tetap harus bayar, meskipun kita punya mobil sendiri. Tidak bisa ambil begitu saja,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, aktivitas yang diklaim sebagai pemerataan lahan justru berjalan layaknya pertambangan komersial, lengkap dengan transaksi jual beli material.

Sementara itu, salah satu pemilik lokasi saat dikonfirmasi media menyatakan bahwa pihaknya tidak melakukan penjualan material maupun memungut biaya dari masyarakat.

Namun, pernyataan tersebut dinilai tidak sejalan dengan fakta yang ditemukan di lapangan.
Masyarakat pun berharap adanya langkah tegas dari aparat penegak hukum untuk menertibkan aktivitas tersebut.

Mereka meminta perhatian serius dari Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara dan Polres Kolaka agar segera melakukan pengawasan serta penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kalau memang itu bukan tambang, seharusnya tidak ada transaksi. Tapi faktanya berbeda. Kami minta ini ditertibkan,” tegas warga.

Penertiban dinilai penting guna menjaga ketertiban umum, memberikan kepastian hukum, serta mencegah potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas galian yang tidak terkontrol.

Laporan : Redaksi

admin

Recent Posts

Yusri Usman Sebut Presiden Prabowo Akan Rombak Elit Kejaksaan dan Polri pada Agustus, Imbas Dinamika Penegakan Hukum

Muarasultra.com, JAKARTA – Direktur Center of Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo…

10 jam ago

Camat Abuki Bantah Terlibat Penjualan Hutan Lindung di Desa Anggoro ‎

Muarasultra.com, KONAWE – Camat Abuki, Kamran, S.Sos., membantah tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam dugaan…

10 jam ago

Korban Penganiayaan Ngamuk di Kejari Konawe, Mengaku Dipaksa Jaksa Berdamai dengan Pelaku

Muarasultra.com, KONAWE - Seorang ibu rumah tangga bernama Pelinawati warga kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten…

12 jam ago

Kemenag Konawe: Rashdul Kiblat, Meluruskan Kiblat, Menyempurnakan Ibadah

Muarasultra.com, KONAWE - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe turut ambil bagian dalam menyukseskan Gerakan…

16 jam ago

Yusri Usman: Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Besar Komitmen Presiden dalam Pemberantasan Korupsi

Muarasultra.com, JAKARTA – Komitmen Presiden dalam memberantas korupsi kembali diuji. Publik dibuat terkejut dengan mencuatnya…

17 jam ago

Oknum Kabid di Konawe Dilaporkan Ke Polisi Atas Dugaan KDRT, Korban Mengaku Dipukuli Hingga Berdarah ‎

Muarasultra.com, Konawe – Seorang perempuan bernama Pelinawati (53), warga Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe,…

19 jam ago