Berita

AMPS Nakal Nyuplai ke Tambang, Penyebab BBM Langka di Sultra

Muarasultra.com, KONAWE KEPULAUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) dari Fraksi Partai Gerindra, Sahidin, menyoroti dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang diduga digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional aktivitas pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara (Sultra).

‎Hal itu disampaikan Sahidin melalui media ini. Ia mengaku memperoleh informasi dari sumber di lapangan yang menyebut praktik tersebut diduga telah berlangsung di berbagai daerah.

‎”Sesuai sumber informasi yang diperoleh di lapangan, hampir semua penambangan nikel, baik ilegal maupun bukan ilegal di Sultra, diduga BBM-nya mengambil subsidi dan menggunakan dokumen terbang. Akibatnya, hampir seluruh SPBU di kabupaten/kota di Sultra sering mengalami antrean panjang,” ungkap Sahidin. Sabtu (1/8/2026).

‎Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar, maka kondisi itu sangat merugikan masyarakat karena kuota BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat justru diduga dialihkan untuk kepentingan industri.

‎Sahidin juga membeberkan beberapa persoalan yang disebutnya kerap terjadi dalam distribusi BBM subsidi.

‎Pertama, ia menyoroti dugaan adanya APMS yang mengalihkan kuota BBM subsidi ke sektor industri maupun pertambangan sehingga stok di SPBU menjadi kosong.

‎”APMS nakal, kuotanya dialihkan ke industri atau tambang sehingga SPBU menjadi kosong,” katanya.

‎Selain itu, ia mengingatkan bahwa setiap APMS wajib mengantongi izin dari BPH Migas serta rekomendasi pemerintah daerah dalam menjalankan operasionalnya.

‎Tak hanya itu, Sahidin juga menyoroti dugaan praktik penjualan BBM yang tidak sesuai ketentuan.

‎”APMS menjual ke SPBU menggunakan harga HET, padahal tidak boleh memainkan harga,” tegasnya.

‎Politisi Partai Gerindra tersebut meminta aparat penegak hukum, BPH Migas, Pertamina, serta pemerintah daerah melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap distribusi BBM subsidi di Sulawesi Tenggara.

‎Ia menilai, apabila dugaan penyimpangan tersebut dibiarkan, maka masyarakat akan terus menjadi pihak yang dirugikan akibat kelangkaan BBM subsidi yang berulang.

‎Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pertamina Patra Niaga maupun BPH Migas terkait dugaan yang disampaikan Sahidin. Karena itu, informasi ini masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.



‎Laporan : Febri Nurhuda

admin

Recent Posts

Pamit dari Mako Polres Konawe, AKBP Noer Alam Dikawal Komunitas Trail, Tinggalkan Jejak Kedekatan dengan Masyarakat

Muarasultra.com, KONAWE – Suasana haru menyelimuti Markas Polres Konawe. AKBP Noer Alam, S.I.K., bersama Ny.…

4 jam ago

Plt Kepala BLU Lemigas Bungkam Ditanya Status Kargo Minyak Rusia di Tangki Kilang Pertamina Balikpapan

Muarasultra.com, JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Minyak dan Gas…

9 jam ago

Dari Konawe untuk Indonesia: Gerakan Tanam Padi Serentak Nasional Resmi Digelar di Desa Kumapo

Muarasultra.com, KONAWE – Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, dipercaya menjadi pusat pelaksanaan Gerakan Tanam Padi Serentak…

20 jam ago

Kapolda Sultra Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Serta Lantik Kapolres Konawe Kepulauan

Muarasultra.com, KENDARI – Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K.,…

24 jam ago

Tambang Batu Ilegal di Amonggedo Leluasa Beraktivitas, ESDM Sultra Pastikan Tidak Ada Izin

Muarasultra.com, KONAWE – Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mulai menjadi…

1 hari ago

Mahasiswa KKN Universitas 19 November Kolaka Gelar Sosialisasi Pencegahan Narkoba di Desa Lalonggowuna

Muarasultra.com, KONAWE - Mahasiswa KKN Universitas 19 November (USN) Kolaka menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan…

1 hari ago