Berita

Aktivitas Hauling PT IGIP di Morowali Ancam Keselamatan Warga Desa Werea dan Sambalagi

Muarasultra.com, MOROWALI – Masyarakat Desa Werea dan Desa Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mengeluhkan aktivitas hauling yang dilakukan oleh PT International Green Industrial Park (PT IGIP), Sabtu (28/2/2026).

Diketahui, kawasan PT IGIP sebelumnya merupakan milik PT Anugrah Tambang Industri (PT ATI) yang kemudian ditransformasi menjadi kawasan industri hijau. Namun dalam perjalanannya, aktivitas operasional perusahaan disebut memunculkan sejumlah persoalan di tengah masyarakat.

Salah seorang warga Desa Werea, Ruslan, mengungkapkan, jalan provinsi menuju Werea yang sebelumnya melintasi jalur perbukitan kini dialihkan sementara. Ia menyebut, jalur pengalihan tersebut digabung dengan jalan masyarakat serta jalur hauling milik PT IGIP.

“Jalan provinsi mau ke Werea itu kan dulunya bergunung, dibuat dulu sementara pengalihan jalan. Tapi sekarang dicampur dengan jalan masyarakat dan jalur hauling mereka,” ujarnya melansir telisik.id, Sabtu (28/2/2026).

Ruslan mempertanyakan mengapa pihak perusahaan tidak memisahkan jalur hauling dengan jalan yang digunakan masyarakat demi alasan keselamatan.

“Kenapa tidak dibagi saja, jalan masyarakat lain dan jalan hauling perusahaan juga lain supaya lebih aman bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, jalan yang saat ini digunakan masyarakat hanya dipinjamkan sementara oleh pihak perusahaan. Namun penggabungan jalur tersebut dinilai berbahaya karena dilalui kendaraan berat.

“Itu jalur masyarakat yang dipinjamkan sementara oleh pihak perusahaan. Cuma jangan digabung seperti itu, ini berbahaya,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga Desa Sambalagi yang enggan disebutkan namanya. Ia menyoroti pengalihan jalan provinsi yang diduga dilakukan perusahaan. Menurutnya, jarak tempuh kini menjadi lebih jauh karena harus melintasi kawasan pegunungan dan hutan.

“Banyak masyarakat yang tidak setuju. Dari tadinya sekitar lima kilometer bisa dua kali lipat, dan itu melintasi gunung dan hutan,” ungkapnya.

Selain itu, warga juga mengeluhkan dampak debu akibat aktivitas hauling, terutama saat cuaca panas. Ia menyebut perusahaan tidak melakukan penyiraman jalan secara rutin.

“Kalau panas, jalan berdebu dan perusahaan tidak melakukan penyiraman tiap hari,” katanya.

Tak hanya itu, kondisi jalan disebut tidak pernah diperbaiki. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi berlumpur dan menyulitkan aktivitas warga.

“Tidak ada perbaikan jalan, akhirnya kalau musim hujan berlumpur,” tambahnya.

Lebih ironisnya, jalur yang dilalui masyarakat tidak dilengkapi rambu-rambu lalu lintas sehingga diduga tidak memenuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Jalur masyarakat itu tidak memiliki rambu-rambu jalan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas guna mencegah potensi kecelakaan.

“Jangan sampai sudah ada korban baru pemerintah mau bergerak,” pungkasnya.

Sementara itu, video berdurasi 23 detik yang diterima telisik.id memperlihatkan kondisi jalan yang berdebu akibat tidak adanya aktivitas penyiraman.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Humas PT IGIP, Kasmin Kalila, belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan. Pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait lainnya.

Laporan : Redaksi

 

admin

Recent Posts

Yusri Usman Sebut Presiden Prabowo Akan Rombak Elit Kejaksaan dan Polri pada Agustus, Imbas Dinamika Penegakan Hukum

Muarasultra.com, JAKARTA – Direktur Center of Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo…

9 jam ago

Camat Abuki Bantah Terlibat Penjualan Hutan Lindung di Desa Anggoro ‎

Muarasultra.com, KONAWE – Camat Abuki, Kamran, S.Sos., membantah tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam dugaan…

10 jam ago

Korban Penganiayaan Ngamuk di Kejari Konawe, Mengaku Dipaksa Jaksa Berdamai dengan Pelaku

Muarasultra.com, KONAWE - Seorang ibu rumah tangga bernama Pelinawati warga kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten…

11 jam ago

Kemenag Konawe: Rashdul Kiblat, Meluruskan Kiblat, Menyempurnakan Ibadah

Muarasultra.com, KONAWE - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe turut ambil bagian dalam menyukseskan Gerakan…

16 jam ago

Yusri Usman: Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Besar Komitmen Presiden dalam Pemberantasan Korupsi

Muarasultra.com, JAKARTA – Komitmen Presiden dalam memberantas korupsi kembali diuji. Publik dibuat terkejut dengan mencuatnya…

16 jam ago

Oknum Kabid di Konawe Dilaporkan Ke Polisi Atas Dugaan KDRT, Korban Mengaku Dipukuli Hingga Berdarah ‎

Muarasultra.com, Konawe – Seorang perempuan bernama Pelinawati (53), warga Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe,…

19 jam ago