Categories: BeritaKONAWE SELATAN

Tetap Pada Pendirian Warga Torobulu Tolak Penambangan PT WIN di Area Pemukiman

Muarasutra.com, KENDARI – Pemerintah Kecamatan Laeya dan Pemerintah Desa Torobulu, kembali melaksanakan mediasi mengenai polemik aktifitas penambangan PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di area pemukiman warga, Kamis (26/10/2023) kemarin.

Mediasi ini dihadiri oleh masyarakat yang selama ini getol berada digaris terdepan menolak adanya aktifitas penambangan PT WIN di araa pemukiman. Hingga sampai pada akhir mediasi, tak ada titik terang ataupun kesimpulan yang dilahirkan.

Idam, perwakilan masyarakat penolak tambang, mengatakan mereka diundang pemerintah setempat untuk mendudukkan dan mencari solusi terbaik, bagaimana tidak ada lagi riak-riak, serta membiarkan PT WIN melangsungkan aktifitasnya.

Masyarakat penolak, kata dia mencoba mengusulkan dua poin yang mungkin dapat diindahkan oleh pihak perusahaan. Pertama PT WIN melaksanakan reklamasi bekas penggalian yang selama ini sudah berlangsung.

Kemudian, PT WIN menunjukan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), apakah di dalam Amdal tersebut dibenarkan adanya penambangan di area pemukiman atau sebaliknya.

Tetapi, ketika diminta, PT WIN enggan untuk menunjukkan. Sehingga masyarakat yang hadir saat itu, lekas berdiri dan meninggalkan ruangan Balai Desa Torobulu tempat dimana dilaksanakannya mediasi.

“Kami kasih dua poin kalau memang mereka (PT WIN) bersikeras masuk, lakukan reklamasi dan tunjukkan Amdal, kalau memang penambangan di area pemukiman sudah benar dan sesuai regulasi UU,” kata saat dihubungi awak media ini.

“Tetapi dalam mediasi itu perusahan tersebut tidak dapat menunjukan Amdalnya baik secara teknis atau lainya sehinga kami akan tetap melakukan penolakan terhadap aktivitas PT WIN di pemikiman warga,” sambungnya.

Dia menerangkan, alasan PT WIN kembali melakukan penambangan pasca berhenti beberapa pekan lalu, karena berdasarakan rekomendasi dari pemerintah daerah yang membolehkan menambang di area pemukiman warga.

Mestinya, rekomendasi itu tidak serta merta langsung dijadikan dasar untuk kembali melakukan penamabangan di area pemukiman warga, harus terlebih dahulu diajukan ke pemerintah pusat

“Tetapi kami menolak keras bahwa, dan sebenarnya rekomendasi itu harus di ajukan ke pusat. Sebab aturannya jelas, tidak diperbolehkan menambang di area pemukiman warga,” jelasnya.

Idam menambahkan, sejatinya masyarakat tidak sedikitpun menolak investasi. Justru dengan investasi masuk, maka akan memberikan dampak positif. Tapi, yang menjadi masalah, PT WIN memaksakan diri menambang di area pemukiman warga.

“Kami sebenarnya tidak permasalahakan investasi di desa kami. Kami hanya sesalakan menambang di pemukiman warga, yang tentu sangat merugikan kami dari segi keselamatan dan kesehatan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, awak media ini belum mendapat keterangan dari pihak perusahaan maupun pemerintah setempat mengenai polemik yang terjadi ditengah masyarakat Desa Torobulu.

Laporan : Redaksi

admin

Recent Posts

Warga Desa Ameroro Ditemukan Meninggal Usai Gantung Diri

Muarasultra.com, KONAWE – Seorang warga Desa Ameroro, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, berinisial RB, ditemukan meninggal…

23 menit ago

Insiden Kericuhan di Lameruru – Morowali, Mobil Warga di Rusak, Mobil Perusahaan Dibakar

Muarasultra.com, KONAWE UTARA - Insiden kericuhan di area pertambangan PT Kacci Purnama Indah (KPI) di…

1 jam ago

WBP Rutan Unaaha Tunjukkan Hasil Pembinaan Produktif

Muarasultra.com, KONAWE – Program pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Unaaha terus…

2 jam ago

Rumah Warga Nario Indah Konawe Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Muarasultra.com, KONAWE – Satu unit rumah warga di Dusun I, Desa Nario Indah, Kecamatan Wawotobi,…

2 jam ago

Viral Video Dua Unit Kendaraan DiKoyak Pakai Eksa, Peristiwa Diduga Terjadi di Lokasi Tambang PT Askon

Muarasultra.com, KONAWE UTARA - Beredar video di media sosial (FB dan WhatsApp) aksi demonstrasi di…

5 jam ago

Profil Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Pernah Ungkap Sabu 2 Ton di Banten

Muarasultra.com, JAKARTA — Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini memegang tampuk pimpinan tertinggi Kepolisian Negara…

6 jam ago