Berita

Ricuh, Pertandingan Sepak Bola di Kecamatan Konawe Dihentikan Polisi

Muarasultra.com, KONAWE – Pertandingan Sepak Bola dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Konawe ricuh dan harus dihentikan personil Kepolisian Sektor Wawotobi, Senin (7/8/2023).

Pertandingan sore Ke 2 yang mempertemukan PS Desa Hudoa jersey Kuning-Hitam melawan PS Desa Sanggona jersey Biru Tosca yang baru berjalan sekitar 20 menit babak pertama terpaksa harus di hentikan dengan pertimbangan keselamatan pemain dan penonton ke 2 kesebelasan.

Pantauan awak media di lokasi pertandingan, peristiwa kericuhan berawal saat PS Desa Sanggona yang sementara unggul 1 – 0 atas rivalnya desa Hudoa, mendapatkan free kick atau tendangan bebas setelah salah satu pemain PS desa Hudoa melakukan hands ball di area pertahanannya sendiri.

Bertindak sebagai eksekutor pemain Desa Sanggona nomor punggung 7 yang melakukan eksekusi memberikan umpan heading ke dalam kotak 16 PS Desa Hudoa namun secara tiba-tiba pemain bertahan PS Hudoa terjatuh setelah terlibat duel udara bersama pemain Desa Sanggona.

Tak terima mendapat perlakuan yang diduga tidak sportif dari pemain Desa Sanggona, pemain PS Desa Hudoa dan beberapa penonton Desa Hudoa sontak memasuki lapangan dan mengejar pemain desa Sanggona yang disinyalir melakukan pelanggaran terhadap pemain Hudoa.

Aksi kericuhan hingga kejar-kejaranpun tak terhindarkan, hingga akhirnya pertandingan terpaksa harus dihentikan oleh Panitia Pemerintah Kecamatan Konawe dan pihak Kepolisian.

Wasit yang memimpin pertandingan pun seolah tidak lagi dihargai dan dijadikan rujukan pengadil lapangan, hingga akhirnya aksi main hakim sendiri pun dilakukan oleh beberapa oknum penonton.

Beberapa penonton yang hadir, menyesalkan peristiwa kericuhan yang terjadi.

Pertandingan sepak bola yang awalnya bertujuan sebagai ajang pencarian bakat menghadapi Piala Bupati 2023 antar Kecamatan malah berakhir kericuhan yang dilakukan oleh oknum penonton yang tidak bisa menahan diri.

Pertandingan akan dilanjutkan kembali, jika ke 2 kesebelasan bisa menggaransi kericuhan yang terjadi tidak akan terulang di kemudian hari.

Laporan : Febri

admin

Recent Posts

Kejari Konawe Disorot: Kasus Korupsi Bapenda Naik Penyidikan, Kajari Sulit Ditemui

Muarasultra.com, KONAWE – Keterbukaan informasi publik terkait penanganan sejumlah perkara dugaan tindak pidana korupsi di…

3 jam ago

‎Reses di Desa Walay, Anggota DPRD Sultra H. Ardin Komitmen Kawal Aspirasi Warga

Muarasultra.com, KONAWE - Sebagai bentuk komitmen dan pelaksanaan amanah undang-undang, Anggota DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra)…

3 jam ago

Polres Konawe Tindak Tegas Aktivitas Penambangan Pasir Ilegal di Kelurahan Tuoy ‎

Muarasultra.com, KONAWE - Satreskrim Polres Konawe melalui Unit III Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) melaksanakan penegakan…

11 jam ago

‎Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Terburuk Sepanjang Sejarah ‎

Muarasultra.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah jebol level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada Kamis…

13 jam ago

OTT Tambang Pasir Ilegal di Tuoy, Satreskrim Polres Konawe Ringkus Sebuah Excavator

Muarasultra.com, KONAWE – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Konawe melalui Unit III Tindak Pidana Tertentu…

1 hari ago

‎Wali Kota Kendari SKI Resmi Gugat Cerai Sang Suami di Pengadilan Agama

Muarasultra.com, KENDARI - Walikota Kendari, Siska Karina Imran, resmi mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, Andriatma…

1 hari ago