Berita

PT KKU Diduga Nambang di Kawasan Hutan, Kementerian ESDM Didesak Cabut IUPnya

Muarasultra.com, KONUT – PT Karyatama Konawe Utara (PT KKU) yang beroperasi di Desa Tambakua, Kecamatan Landawe, Kabupaten Konawe Utara, dikritik Lembaga Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah Konawe Utara (P3D-Konut) atas dugaan sejumlah pelanggaran dalam aktivitas operasionalnya.

Ketua Umum P3D-Konut, Jefri, mengatakan PT KKU diduga pernah terlibat dalam sejumlah persoalan, mulai dari kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban jiwa, pembentukan panitia khusus (Pansus) oleh DPRD Sulawesi Tenggara, hingga dugaan aktivitas penambangan dalam kawasan hutan tanpa izin.

“Terakhir, kita ketahui Satgas Halilintar Penertiban Kawasan Hutan telah melakukan penyegelan dan memasang plang pada area seluas 215 hektare di wilayah IUP PT KKU. Artinya lokasi itu kini berada dalam pengawasan negara,” ujar Jefri, Rabu, (5/11/2025).

Namun, berdasarkan hasil pemantauan lapangan, kata Jefri, pihaknya masih menemukan adanya aktivitas pertambangan di area yang telah disegel tersebut.

Dia menilai tindakan itu menunjukkan sikap perusahaan yang diduga mengabaikan ketentuan hukum serta instruksi pemerintah.

“Jika benar aktivitas itu masih berjalan, maka ini bentuk perlawanan terhadap negara. Kita mendesak agar pemerintah mengambil tindakan tegas, “tegasnya.

Atas dasar itu, P3D-Konut meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI untuk mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT KKU, serta tidak menerbitkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tersebut pada tahun berjalan.

Langkah ini, kata Jefri, penting untuk mencegah kerusakan lingkungan lebih luas di wilayah Konawe Utara.

Terlebih, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, beberapa waktu lalu menyatakan akan melakukan penertiban terhadap perusahaan tambang yang dianggap bermasalah di Sultra dalam kurun waktu dua bulan.

“Kami siap menyerahkan data terkait bukaan lahan PT KKU dalam kawasan hutan tanpa izin sebagai bahan pertimbangan pemerintah pusat untuk mencabut IUP perusahaan,” pungkas Jefri.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT KKU belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan tersebut.

Laporan : Redaksi

admin

Recent Posts

Proyek Banjir Konaweeha Rp12,9 Miliar di Konawe Disorot, Debu Ganggu Warga dan Material Diduga Ilegal, Polisi Diminta Bertindak

Muarasultra.com, KONAWE - Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe,…

10 jam ago

Bawa Nama Konawe ke Panggung Regional, King Skate Tampil Gemilang di EIRC 2026

Muarasultra.com, KONAWE - Club sepatu roda Konawe King Skate (KKS) menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang…

12 jam ago

Penerangan Jalan Andowia-Wanggudu Raya Disorot Usai Kecelakaan, IPPMAWA Desak Pemkab Konut Buka Dokumen PJU, Kadis DLH Bungkam

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Minimnya penerangan di sepanjang jalan poros Andowia–Wanggudu Raya, Kabupaten Konawe Utara,…

17 jam ago

Upah Lembur dan Sistem Roster Dipersoalkan, Manajemen PT Sifang Mining Site TMS Konawe Utara Disorot, Buruh Ancam Mogok 21 Oktober

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Ratusan pekerja PT Sifang Mining Indonesia yang bertugas di Site TMS/PT…

20 jam ago

Puluhan Siswa SD dan SMA di Konsel Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Puskesmas

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di…

20 jam ago

Komitmen Berantas Halinar, Rutan Unaaha Gencarkan Penggeledahan Blok Hunian

Muarasultra.com, KONAWE – Menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan membutuhkan pengawasan yang konsisten serta…

22 jam ago