Berita

Program MBG di Tongauna Disorot, Kades Andeposandu Kritik SPPG Tak Serap Bahan Baku Lokal

Muarasultra.com, KONAWE – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, menuai sorotan dari pemerintah desa dan pelaku usaha lokal.

Kepala Desa Andeposandu mengkritik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Tongauna karena dinilai belum memanfaatkan bahan baku lokal dalam pemenuhan kebutuhan program tersebut.

Menurutnya, tujuan utama Program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto seharusnya tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu memberdayakan pelaku usaha desa dan mendorong perputaran ekonomi lokal.

“Kami sangat menyayangkan karena SPPG yang ada di Kecamatan Tongauna tidak menyerap bahan baku lokal. Padahal tujuan bapak Presiden Prabowo jelas untuk memberdayakan pelaku usaha lokal dan usaha desa,” ujar Kepala Desa Andeposandu.

Ia mencontohkan, pelaku usaha peternakan ayam petelur di Desa Andeposandu saat ini mengalami kendala dalam pemasaran hasil produksi telur. Kondisi tersebut diduga terjadi karena kebutuhan bahan pangan untuk Program MBG justru dipasok dari luar daerah.

“Peternak telur di desa kami mengaku kesulitan menjual hasil produksinya karena tidak ada penyerapan dari SPPG. Ini tentu sangat disayangkan,” katanya.

Kritik tersebut muncul lantaran sejumlah bahan pangan yang didistribusikan ke dapur umum atau SPPG disebut-sebut berasal dari luar wilayah Konawe.

Akibatnya, masyarakat lokal, khususnya petani dan peternak, tidak merasakan dampak ekonomi secara langsung dari program nasional tersebut.

Padahal, menurut pemerintah desa, apabila bahan baku lokal dilibatkan, maka Program MBG dapat menjadi peluang besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pemerintah Desa Andeposandu berharap pihak pengelola SPPG di Kecamatan Tongauna dapat melakukan evaluasi dan mulai memprioritaskan produk-produk lokal dalam pengadaan bahan pangan Program MBG.

“Kami berharap ada perhatian serius agar pelaku usaha desa, petani, dan peternak lokal bisa dilibatkan. Jangan sampai program besar pemerintah pusat justru tidak memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tutupnya.

Laporan : Febri Nurhuda

 

admin

Recent Posts

Satbinmas Polres Konawe Perkuat Kemitraan dengan Masyarakat Adat melalui Mobile Kamtibmas

Muarasultra.com, KONAWE – Dalam upaya memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan…

2 jam ago

Kena Asam Lambung Tengah Malam, Wanita di Kendari Minta Bantu Tim Perintis Polda Sultra

Muarasultra.com, KENDARI – Sebuah kejadian menyentuh terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Seorang perempuan yang…

6 jam ago

Seorang Kajari di Sultra Diamankan, Isu Cargo Nikel Morombo Ikut Mencuat, Kapuspenkum Kejagung Belum Menjawab

Muarasultra.com, JAKARTA - Seorang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) diamankan oleh…

16 jam ago

Menuju Layanan Publik Terintegrasi, Kemenag dan Dukcapil Konawe Teken PKS Program SAKINAH

Muarasultra.com, KONAWE – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil…

18 jam ago

Dinkes Konawe Perkuat Kapasitas Kader Pokja IV PKK melalui Orientasi PHBS 2026

Muarasultra.com, KONAWE — Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe menggelar Orientasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)…

18 jam ago

Dari Jakarta ke Barata Ihana, H. Amir Resmikan Lapangan Volly PRI, Dorong Pengembangan Olahraga Hidupkan UMKM

Muarasultra.com, KONAWE – Lapangan Bola Voli PRI di Kelurahan Tongauna, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi…

19 jam ago