Berita

Pengawas dan Ahli Gizi SPPG Tongauna Dinilai Gagal, Makanan Berjamur Ancam Kesehatan Anak-anak

Muarasultra.com, KONAWE – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali menuai sorotan publik. Kali ini, keluhan datang dari warga Desa Andalambe, Kecamatan Tongauna Utara, terkait kualitas menu snack yang dibagikan kepada anak-anak dan balita.

Salah satu orang tua balita, Anita Fitria, mengungkapkan kekecewaannya setelah mendapati makanan ringan MBG yang diterima anaknya dalam kondisi tidak layak konsumsi karena telah berjamur.

“Kenapa makin ke sini makin tidak terjaga kualitas MBG-nya. Kasihan anak-anak yang datang sendiri mengambil, mereka tidak tahu layak atau tidak langsung dimakan. Ini jamur bukan jamur sehari,” ujar Anita, Sabtu (17/1/2026).

Ia mengaku geram karena makanan yang sudah berjamur tersebut masih dibagikan kepada anak-anak dan balita, padahal kondisi itu sangat membahayakan kesehatan, terlebih bagi anak usia dini.

“Coba jelaskan ini salah siapa, karena katanya masing-masing dapur ada pengawas dari ahli gizi,” tegasnya.

Anita juga mempertanyakan fungsi pengawasan dalam pelaksanaan program MBG, khususnya di dapur penyedia makanan yang seharusnya memastikan kebersihan, kelayakan, dan keamanan pangan sebelum dibagikan kepada penerima manfaat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti siapa penanggung jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG di Kecamatan Tongauna Utara. Media ini masih berupaya melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan resmi.

Sebagai informasi, mengonsumsi makanan berjamur sangat berbahaya bagi kesehatan. Jamur dapat menghasilkan mikotoksin, yakni zat beracun yang tidak selalu terlihat secara kasat mata dan dapat menyebar ke seluruh bagian makanan. Dampaknya antara lain keracunan makanan seperti mual, muntah, diare, dan kram perut, reaksi alergi, hingga risiko infeksi serius pada anak-anak dengan daya tahan tubuh yang masih lemah. (Halodok.com)

Selain itu, makanan berjamur juga berpotensi terkontaminasi bakteri berbahaya seperti E. coli, Listeria, dan Salmonella. Beberapa jenis jamur bahkan menghasilkan aflatoksin yang bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Laporan : Febri

 

admin

Recent Posts

Proyek Banjir Konaweeha Rp12,9 Miliar di Konawe Disorot, Debu Ganggu Warga dan Material Diduga Ilegal, Polisi Diminta Bertindak

Muarasultra.com, KONAWE - Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe,…

9 jam ago

Bawa Nama Konawe ke Panggung Regional, King Skate Tampil Gemilang di EIRC 2026

Muarasultra.com, KONAWE - Club sepatu roda Konawe King Skate (KKS) menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang…

11 jam ago

Penerangan Jalan Andowia-Wanggudu Raya Disorot Usai Kecelakaan, IPPMAWA Desak Pemkab Konut Buka Dokumen PJU, Kadis DLH Bungkam

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Minimnya penerangan di sepanjang jalan poros Andowia–Wanggudu Raya, Kabupaten Konawe Utara,…

16 jam ago

Upah Lembur dan Sistem Roster Dipersoalkan, Manajemen PT Sifang Mining Site TMS Konawe Utara Disorot, Buruh Ancam Mogok 21 Oktober

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Ratusan pekerja PT Sifang Mining Indonesia yang bertugas di Site TMS/PT…

19 jam ago

Puluhan Siswa SD dan SMA di Konsel Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Puskesmas

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di…

19 jam ago

Komitmen Berantas Halinar, Rutan Unaaha Gencarkan Penggeledahan Blok Hunian

Muarasultra.com, KONAWE – Menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan membutuhkan pengawasan yang konsisten serta…

21 jam ago