Berita

Kejari Konawe Musnahkan Barang Bukti dari 54 Perkara

Muarasultra.com, KONAWE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Konawe menggelar pemusnahan barang bukti hasil rampasan dari 54 perkara tindak pidana umum, Selasa, 23 September 2025.

Kegiatan berlangsung di halaman kantor Kejari Konawe dan dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri, Fachrizal, S.H.

Turut hadir Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, Asisten I Setda Konawe Marjuni Ma’mir, SP, M.Si, Kepala BNN Konawe Kompol Bandus Tira Wijaya, A.Md, SH, Kasat Reskrim AKP Taufik Hidayat, S.TrK, S.IK, perwakilan PN Unaaha, serta para Kasi Kejari Konawe.

Barang bukti yang dimusnahkan beragam, antara lain senjata tajam, obat-obatan berbahaya, serta sejumlah cairan kimia dan barang lain yang terkait tindak pidana.

Menurut Fachrizal, pemusnahan ini merupakan rangkaian tugas Kejaksaan sebagai eksekutor setelah perkara dinyatakan berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Fachrizal mengatakan pemusnahan bukan sekadar ritual administratif, melainkan cermin dari maraknya perbuatan melanggar hukum di daerah.

Dalam kesempatan itu, Kajari Fachrizal menekankan pentingnya membaca dan memetakan pola kejahatan agar upaya pencegahan bisa dilakukan lebih efektif.

“Barang bukti yang kami sajikan di meja ini adalah cermin kejahatan yang terjadi di Kabupaten Konawe. Jangan hanya dimusnahkan lalu dilupakan, ini harus dibaca sebagai bahan pemetaan untuk pencegahan,” ujarnya.

Fachrizal juga mengingatkan perlunya pengawasan ketat terhadap peredaran obat-obatan, termasuk obat yang dijual sembarangan seperti antibiotik, karena berisiko bagi kesehatan publik.

Ia mendorong aparat untuk rutin melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada penjual resmi agar peredaran obat berbahaya dapat diminimalkan.

Dalam pelaksanaan teknis, Kejari menerapkan prosedur keamanan termasuk penggunaan sarung tangan dan alat perlindungan serta metode pemusnahan yang sesuai untuk setiap jenis barang bukti, seperti pemecahan, penghancuran dan pembakaran untuk barang yang dapat dibakar.

Fachrizal menegaskan bahwa pemusnahan hanya dilakukan terhadap barang bukti dari perkara yang sudah ditangani sampai inkracht sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Kegiatan ini juga dibuka untuk publikasi agar masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil peran dalam mencegah tindak pidana di lingkungan masing-masing.

Laporan: Redaksi

 

admin

Recent Posts

Dikbud Konawe Gelar Bimtek Pengembangan Konten Digital bagi Tutor PKBM

Muarasultra.com, KONAWE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga…

1 detik ago

Wajah Baru SDN 1 Sendang Mulyasari, Revitalisasi Hadirkan Ruang Belajar yang Lebih Representatif

Muarasultra.com, KONAWE – Upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan terus dilakukan melalui program revitalisasi…

2 jam ago

Sultra Darurat AIDS, 280 Kasus Didominasi Homoseksual

Muarasultra.com, Kendari - Persoalan HIV/AIDS di Sulawesi Tenggara (Sultra) memasuki fase yang membutuhkan perhatian serius.…

4 jam ago

Kejagung Sita Rp401,65 Miliar dalam Kasus Dugaan Korupsi Ekspor Nikel PT CNI di Kolaka

Marasultra.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) menyita uang senilai Rp401,65 miliar dalam…

5 jam ago

Selembar Sertipikat Menjaga Amanah Tanah Wakaf

Muarasultra.com, KONAWE - Tanah wakaf telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di berbagai…

21 jam ago

AMPG Konawe Ungkap Bukti Digital Dugaan Rekayasa Nota di SPPG Arombu, Kejari Didesak Percepat Penyidikan

Muarasultra.com, KONAWE – Aliansi Masyarakat Peduli Gizi (AMPG) Kabupaten Konawe kembali membeberkan bukti krusial berupa…

24 jam ago