Berita

Karyawan PT SLS Group Tuntut Pesangon Usai di PHK Massal, Perusahaan Diduga Ingkar

Muarasultra.com, KONAWE UTARA – Puluhan eks karyawan PT Sentosa Laju Sejahtera (PT SLS Group) di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), menuntut kejelasan pembayaran pesangon dan hak-hak lainnya pasca Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Diketahui, Perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan ini diduga belum memenuhi kewajibannya membayar pesangon, gaji terakhir, dan BPJS Ketenagakerjaan para karyawan yang telah diberhentikan.

Salah satu mantan karyawan, inisial IS, mengungkapkan bahwa dirinya bekerja di PT SLS Group sejak 1 April 2023 hingga kontraknya berakhir pada 21 April 2025.

Namun, hingga saat ini, ia dan rekan-rekannya belum menerima hak mereka setelah diberhentikan secara massal.

“Sudah kurang lebih tiga bulan sejak PHK massal dilakukan pada April lalu, tapi kami belum juga menerima pesangon ataupun gaji terakhir,” ujarnya saat ditemui awak media ini pada Sabtu (7/6/2025).

Ia mengungkapkan bahwa pihak perusahaan telah tiga kali menjanjikan akan melakukan pembayaran. Pertama, pada 10 mei 2025, kedua pada 16 Mei 2025, dan ketiga dijadwalkan kembali pada 30 Juni 2025 mendatang.

Namun, ia menyebut belum ada realisasi hingga saat ini.

“Perusahaan terus berjanji, tapi tidak ada kejelasan, Bahkan, dalam berita acara pertemuan tertanggal 14 Mei 2025, disepakati bahwa perusahaan tidak akan melakukan aktivitas operasional sebelum semua hak karyawan dibayarkan. Tapi faktanya, perusahaan masih tetap beroperasi,” tegasnya.

Dalam berita acara tersebut, terdapat tiga poin kesepakatan, pembayaran gaji dan pesangon paling lambat 16 Mei 2025, pelunasan tunggakan BPJS Ketenagakerjaan, serta penghentian operasional sementara hingga semua kewajiban perusahaan diselesaikan.

Namun hingga hari ini, menurutnya, tidak ada satu pun dari kesepakatan itu yang dijalankan.

Ia dan puluhan eks karyawan lainnya pun mendesak agar pihak perusahaan segera menyelesaikan pembayaran hak-hak mereka.

“Kami sangat berharap pemerintah, khususnya Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sultra, segera turun tangan dan memproses perusahaan ini sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Diketahui, PT. Sentosa Laju Sejahtera (SLS) milik Tan Paulin, didirikan pada tahun 2015, dengan spesialisasi pertambangan batubara dan mineral. SLS juga memiliki dan mengoperasikan beberapa tambang batubara dan nikel yang tersebar terutama di Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara.

PT SLS memiliki 99 % saham di perusahaan PT Sentosa Laju Bersama (SLB) sedangkan 1 % dimiliki PT Sentosa Laju Mineral (SLM).

Sampai berita ini ditayangkan pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.

Laporan : Febri Nurhuda

 

admin

Recent Posts

Beredar Video Insiden Fatality di Lokasi PT SCM Jalur BDM, Dua Unit Truk Diduga Tabrakan

Muarasultra.com, KONAWE - Beredar video insiden fatality di jalur Hauling PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT…

30 menit ago

Gerebek Tiga Lokasi di Kampung Salo, Polda Sultra Amankan 11 Orang, Sejumlah Sajam Hingga Selongsong Peluru

Muarasultra.com, KENDARI – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) mengungkap hasil penggerebekan dan pembersihan di…

2 jam ago

Dua Periode Pimpin Lamoen, Arlin Saranani Kembali Maju dengan Moto “Mengabdi dengan Hati, Membangun dengan Bukti”

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN - Memasuki kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Lamoen tahun 2026, sosok…

5 jam ago

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Pondidaha Ajak Warga Cegah Narkoba dan Jaga Kamtibmas Lewat Jumat Keliling

Muarasultra.com, KONAWE – Kapolsek Pondidaha, Iptu Amar Asran, S.H., mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan…

6 jam ago

Proyek Penanggunglangan Banjir di Wonggeduku Gunakan Material Batu dari Kecamatan Sawa

Muarasultra.com, KONAWE - Proyek penanggunglangan banjir sungai Konaweeha milik PJSA di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku,…

7 jam ago

Kejati Sultra Tetapkan Eks Sekda dan Bendahara Jadi Tersangka, Siapa Menyusul?

Muarasultra.com, KONAWE - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara menetapkan dua orang tersangka dalam perkara dugaan…

1 hari ago