Muarasultra.com, KONUT – Keresahan mendalam yang belakangan ini menguras energi para orang tua murid penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Bumi Oheo, Konawe Utara (Konut), akhirnya menemukan jalan keluar.
Hambatan komunikasi yang sempat membuat proses pencairan bantuan pendidikan ini mandek, berhasil diurai dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Komisi III DPRD Konut pada Senin sore (29/6/2026).
Rapat ini diinisiasi setelah adanya keluhan dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) yang melihat langsung betapa repotnya para orang tua siswa.
Ketua KKKS Konut, Masruli, S.PDi,.Gr, mengungkapkan bahwa selama ini orang tua murid dipaksa bolak-balik ke kantor Bank BRI Cabang Konut untuk mengurus berkas aktivasi dan pencairan yang belum tentu selesai dalam sehari.
”Tahun-tahun sebelumnya, kami dari pihak sekolah membantu proses ini secara kolektif. Cara ini sangat memudahkan siswa dan orang tua mereka. Kami hanya meminta sistem kolektif ini diterapkan kembali, jangan malah ditolak oleh staf Bank BRI,” keluh Masruli di hadapan anggota dewan.
Ketegangan sempat bergeser ketika Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konut, Kusman Laasamana, S.Pd, yang hadir didampingi dua stafnya, ternyata tidak memegang data total jumlah usulan dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP.
Kusman hanya memaparkan data kuota penerima yang telah berjalan di tahun 2026.
Untuk tahun ini, kuota penerima PIP tingkat SD tercatat sebanyak 2.339 siswa, sementara untuk tingkat SMP berjumlah 1.092 siswa.
Kusman juga merinci besaran dana bantuan yang diterima siswa per tahunnya:
* SD Kelas 1 & 6: Rp225.000
* SD Kelas 2 s.d 5: Rp450.000
* SMP Kelas 7 & 8: Rp750.000
* SMP Kelas 9: Rp375.000
”Total miliaran rupiah yang tersalurkan baru akan diketahui pasti pada akhir tahun nanti. Sebagai gambaran, pada tahun 2025 lalu, total dana PIP yang disalurkan untuk tingkat SD mencapai lebih dari Rp1,5 miliar, dan untuk SMP lebih dari Rp1,1 miliar,” papar Kusman.
Merespons keluhan pihak sekolah, Supervisor Bank BRI Konut, Darto, yang hadir mewakili Kepala Cabang, langsung menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pimpinannya sekaligus meluruskan persoalan yang terjadi.
Darto menegaskan bahwa aturan perbankan sebenarnya memperbolehkan pencairan dilakukan secara kolektif. Apa yang terjadi belakangan ini murni karena adanya sumbatan komunikasi di tingkat pelayanan bawah.
”Kami siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Konut. Kami memohon maaf jika terjadi komunikasi yang buntu dalam pengurusan belakangan ini. Mulai saat ini, kami tegaskan pencairan secara kolektif siap kami layani,” ujar Darto tegas.
RDP yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Konut, Samir, bersama dua anggotanya, Satria Baikole dan Hamiria, akhirnya melahirkan berita acara resmi. Isinya, pihak BRI menjamin penuh kemudahan penyaluran dana PIP ke depan.
Meski demikian, jalannya rapat sempat diwarnai kritikan tajam dari anggota dewan, Satria Baikole. Ia menyayangkan sikap Dinas Pendidikan yang terkesan gagap data karena tidak mampu menyajikan angka pasti jumlah usulan siswa. Satria bahkan berjanji akan turun langsung melakukan uji petik ke sekolah-sekolah demi memastikan bantuan ini tepat sasaran.
”Kami minta Diknas segera memperbaiki datanya. Kami sering menerima laporan di lapangan, masih banyak warga yang benar-benar tidak mampu justru tidak mendapat PIP. Sebaliknya, jangan sampai ada keluarga yang mampu malah menerima bantuan ini. Ini tidak adil, dan saya sendiri yang akan turun mengecek fakta-fakta tersebut,” pungkas Satria dengan nada mengingatkan.
Laporan : Redaksi
Muarasultra.com, KENDARI — Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe menghadiri acara Sosialisasi Penyusunan Data Tanah Instansi…
Muarasultra.com, BOMBANA - Ketua DPRD Kabupaten Bombana, Iskandar, S.P., meminta Pemerintah Kabupaten Bombana melakukan evaluasi…
Muarasultra.com, Konawe Utara – Turnamen Tenis Lapangan Kapolres Konawe Utara Cup dalam rangka memperingati Hari…
Muarasultra.com, SURAKARTA – Unaaha FC Konawe, Sulawesi Tenggara, mengawali perjuangannya di babak delapan besar dengan…
Muarasultra.com, KONAWE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe mulai mendalami dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan Stadion…
Oleh: Dr. Edison, SH.MH. C.L. (Dosen Praktisi & Anggota Bidang Hukum Polri) Muarasultra.com, KONAWE…