Ketua HMPH Sultra, Muhammad Hidayat.
Muarasultra.com, JAKARTA – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Peduli Hukum Sulawesi Tenggara (HMPH Sultra-Jakarta) Muh Hidayat secara resmi meminta dan mendesak Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, untuk mengambil langkah tegas dengan memecat salah satu kadernya di DPR RI asal Sulawesi Tenggara berinisial BB.
Desakan ini mencuat setelah muncul dugaan keterlibatan BB dalam kasus penerimaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang kini tengah menjadi sorotan publik.
Menurut keterangan ST (Satori), dana CSR tersebut tidak hanya mengalir kepada BB, namun juga diduga diterima oleh sebagian besar anggota Komisi XI DPR RI lainnya.
Ketua Umum HMPH Sultra-Jakarta Muh hidayat menilai, jika dugaan ini benar, maka BB telah mencoreng nama baik Partai Gerindra dan mengkhianati janji politik Ketua Umum Prabowo Subianto yang sejak awal berkomitmen memberantas korupsi di internal partai.
“Prabowo pernah menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberi tempat bagi para koruptor. Sekarang saatnya membuktikan,” tegas muh hidayat.
Riwayat Politik BB pertama kali duduk di DPR RI sebagai anggota Komisi XI periode 2019–2024 melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) menggantikan Haerul Saleh. Haerul kala itu terpilih menjadi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk periode 2022–2027.
Dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, BB yang menggunakan Partai Gerindra sebagai kendaraan politiknya menempati posisi ketiga peraih suara terbanyak di daerah pemilihannya, di bawah Haerul Saleh dan mantan Bupati Konawe Selatan dua periode, almarhum H. Imran.
Situasi politik saat itu cukup dinamis. Imran yang berhasil mengalahkan Haerul Saleh dalam perolehan suara pada Pileg 2019, meninggal dunia pada tahun berikutnya. Hal ini membuka jalan bagi Haerul Saleh untuk kembali duduk di Senayan pada 2020, hingga akhirnya ia memilih maju dalam seleksi Anggota BPK RI dan berhasil terpilih pada 2022.
Dengan terpilihnya Haerul sebagai anggota BPK, kursi di DPR RI kembali kosong dan diisi oleh BB sebagai PAW. Dalam perjalanannya, BB kembali maju pada Pileg 2024 dan berhasil terpilih lagi, bahkan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI.
Desakan Ketum HMPH Sultra-Jakarta Muh Hidayat, soal Kasus dugaan aliran dana CSR BI dan OJK ini yang menyeret nama BB dinilai menjadi ujian serius bagi kepemimpinan Prabowo Subianto. Menurut Muh Hidayat, penegakan komitmen antikorupsi harus dimulai dari internal partai sendiri.
“Masyarakat Sulawesi Tenggara berharap ketum partai gerindra sekaligus presiden RI Prabowo Subianto berani mengambil tindakan tegas, sebagaimana yang pernah ia janjikan. Pemecatan terhadap kader yang terlibat dalam korupsi adalah langkah awal memulihkan kepercayaan rakyat,” ucap Muh Hidayat.
HMPH SULTRA-JAKARTA juga menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal proses hukum yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan siap memberikan dukungan data apabila diperlukan.
Kini, bola panas berada di tangan Prabowo Subianto. Keputusan yang akan diambilnya terhadap kader yang terjerat dugaan kasus korupsi ini akan menjadi tolok ukur apakah Partai Gerindra benar-benar serius dalam menegakkan prinsip bersih, transparan, dan berintegritas di dunia politik.
Laporan : Febri Nurhuda
Muarasultra.com, KONAWE – Di tengah dorongan kuat pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi anggaran melalui Instruksi…
Muarasultra.com, JAKARTA – Tim penyidik resmi menetapkan Hery Susanto (HS) , yang menjabat sebagai Anggota…
Muarasultra.com, JAKARTA - Lembaga yang seharusnya menjadi benteng pengawasan pelayanan publik justru diguncang dari dalam.…
Muarasultra.com, KONAWE - Staf pada Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe bersama…
Muarasultra.com, UNAAHA – Dalam upaya memastikan kesehatan dan produktivitas pegawai, Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe menyelenggarakan…
Muarasultra.com, UNAAHA – Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe secara resmi menerbitkan pengumuman mengenai kehilangan sertifikat hak…