Berita

Heboh Rekap Lelang Tender Crude Oil PT KPI Bocor, CERI Desak KPK dan Kejagung Lakukan Penyelidikan

Muarasultra.com, JAKARTA – Sebuah memo internal PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) berisi peringatan terkait kebocoran data dan informasi rahasia perusahaan beredar di kalangan wartawan sejak Senin (3/2/2025). Dalam dokumen itu, Direktur Optimasi Feedstock & Produk PT KPI Sani Dinar melaporkan kebocoran hasil rekap pelelangan tender crude oil kepada VP HSSE PT KPI yang seharusnya hanya diketahui oleh pihak internal perusahaan.

Berdasarkan isi surat tertanggal 20 Januari 2025 itu, informasi yang bocor muncul dalam surat yang dikirim oleh Center of Energy and Resources Indonesia (CERI). Surat dari CERI meminta konfirmasi terkait penghilangan Bonny Light Crude dalam daftar tender crude oil untuk RU IV Cilacap. Namun, dalam lampiran surat tersebut, ternyata terdapat data hasil rekap pelelangan yang seharusnya bersifat rahasia dan tidak diketahui oleh peserta tender.

Dalam memo internal tersebut, PT KPI menegaskan bahwa kebocoran data ini melanggar pedoman perilaku dan etika bisnis perusahaan sebagaimana diatur dalam Code of Conduct. Selain itu, perusahaan juga meminta dukungan dari tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) untuk segera melakukan investigasi terkait hal ini.

Ketika dikonfirmasi oleh awak media, Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman menanggapi surat Direktur Optimasi Feedstock & Produk PT KPI tersebut sambil tertawa. “Wah berarti benar dong data yang kami peroleh dari tong sampah dekat kantor yang kemudian kami konfirmasi resmi ke KPI tersebut, mungkin saja ada peserta tender yang kecewa akibat penghilangan bonny light crude dari list tender,” ujarnya, Selasa (4/2/2025) lalu.

Dia menduga penghilangan bonny light crude itu akibat permainan oknum bagian perencanaan dengan bagian operasi kilang yang menggunakan perangkat linier program GRIMS.

“Mereka diduga sengaja menempatkan bonny light crude pada klaster FOC 1 Cilacap yang memang makanannya ALC, sehingga sampai Lebaran kuyak tak akan pernah bisa digunakan, jadi seharusnya dugaan perencanaan jahat itulah yang harus diusut oleh KPK dan Kejaksaan Agung segera, sebab dalam proses tender itu harus transparansi dan fair, itu syarat utama agar tidak ada praktik yang merugikan negara,” tegas Yusri.

Lagi pula, menurut Yusri, hasil rekap proses tender itu bukan data rahasia, akan tetapi owner estimated (OE) setiap jenis crude yang ditenderkan itu yang rahasia. Dia justru curiga jangan-jangan pelapor itu yang membocorkan OE kepada jagoannya dan itu yang harus diusut oleh aparat penegak hukum (APH).

“Kebocoran data ini justru menunjukkan adanya ketidakteraturan dalam proses pengelolaan informasi di internal perusahaan. Seharusnya, PT KPI bukan hanya menelisik kenapa data ini bisa bocor, tetapi harus juga menelisik siapa pihak internal yang bermain membocorkan data-data tender seperti jenis crude dan OE untuk menguntungkan vendor tertentu untuk menjadi atensi pihak APH,” jelas Yusri.

Dia menegaskan, CERI sebagai lembaga independen memiliki hak untuk meminta klarifikasi terhadap kebijakan dan proses bisnis yang dilakukan oleh BUMN, terutama jika menyangkut pengelolaan sumber daya alam yang berdampak pada kepentingan hajat hidup orang banyak. “Kalau tender dilakukan secara profesional dan transparan, mengapa harus ada informasi yang ditutup-tutupi? Perusahaan harus bisa menjelaskan kepada publik agar tidak ada spekulasi negatif,” lanjutnya.

Sementara itu, awak media telah berusaha menghubungi Direktur Optimasi Feedstock & Produk PT KPI Sani Dinar untuk mendapatkan penjelasan resmi terkait beredarnya memo internal tersebut. Namun, Sani Dinar beralasan bahwa hal itu akan dijawab oleh Corporate Secretary PT KPI, namun hingga berita ini dimuat belum ada tanggapan atau klarifikasi resmi dari manajemen PT KPI.

Laporan : Redaksi

admin

Recent Posts

Dua Periode Pimpin Lamoen, Arlin Saranani Kembali Maju dengan Moto “Mengabdi dengan Hati, Membangun dengan Bukti”

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN - Memasuki kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Lamoen tahun 2026, sosok…

2 jam ago

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Pondidaha Ajak Warga Cegah Narkoba dan Jaga Kamtibmas Lewat Jumat Keliling

Muarasultra.com, KONAWE – Kapolsek Pondidaha, Iptu Amar Asran, S.H., mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan…

3 jam ago

Proyek Penanggunglangan Banjir di Wonggeduku Gunakan Material Batu dari Kecamatan Sawa

Muarasultra.com, KONAWE - Proyek penanggunglangan banjir sungai Konaweeha milik PJSA di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku,…

4 jam ago

Kejati Sultra Tetapkan Eks Sekda dan Bendahara Jadi Tersangka, Siapa Menyusul?

Muarasultra.com, KONAWE - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara menetapkan dua orang tersangka dalam perkara dugaan…

21 jam ago

Mantan Sekda Asrun Lio Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Uang Makan Minum Pemprov Sultra

Muarasultra.com, KENDARI - Eks Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio, ditetapkan sebagai…

23 jam ago

Mahasiswa Sultra di Jakarta Desak IUP PT KPI Dicabut, Pimpinan PT ASKON Diminta Diproses Hukum

Muarasultra.com, JAKARTA – Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra)-Jakarta mendesak pemerintah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP)…

1 hari ago