Konawe

Hasil Pemeriksaan BPK Tidak Ada Korupsi di Dinas Lingkungan Hidup

Muarasultra.com, KONAWE – Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Konawe, Herianto Wahab bantah tudingan korupsi oleh Konsorsium Aktivis Konawe, Senin (10/7/2023).

Bantahan itu disampaikan Herianto saat menemui sejumlah massa aksi Konsorsium Aktivis Konawe yang berunjuk rasa.

Herianto menerangkan, mengenai program kerja DLH Kabupaten Konawe pada Tahun 2022 hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan tidak ada persoalan di dinas yang di nahkodainya itu.

Menurutnya, pihak yang berwenang menyatakan adanya kerugian negara adalah BPK.

Terkait pengadaan lampu LED untuk penerangan jalan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Dibanding yang lalu-lalu itu hampir dari ujung Ranoe sampai Ameroro hampir tidak ada yang menyala. Alhamdulillah nanti saya hadir di Lingkungan Hidup ini itu menjadi program pertama saya untuk bagaimana Kota Unaaha ini menyala,” terangnya.

Mantan Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Konawe ini juga menjelaskan, seusai proses penganggaran, selanjutnya di proses Unit layanan pengadaan (ULP) melalui e katalog.

Herianto juga menegaskan, dirinya berani bersumpah jika tidak ada satu sen pun yang dicicipinya dalam pengadaan lampu tersebut.

Selanjutnya terkait tudingan korupsi bahan bakar dan pelumas pada pemeliharaan kendaraan roda empat dan roda tiga DLH Konawe.

Herianto menyampaikan, hingga saat ini pun secara pribadi dirinya masih berhutang di SPBU sebesar Rp10 juta.

Alasannya, kata dia, anggaran yang ada tidak cukup untuk membiayai bahan bakar delapan unit armada.

Kemudian mengenai tudingan korupsi pengadaan bank sampah.

Ia menyampaikan, bank sampah ini masih ada dan disimpan di gudang DLH Konawe.

“Sampai hari ini masih ada di gudang, belum dibayar oleh Pemerintah Daerah sejumlah kurang lebih Rp500 juta. Barangnya masih digudang tidak disebar karena yang punya barang komplain belum dibayar,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Herianto aksi unjuk rasa dari Konsorsium Aktivis Konawe ini dinilai kurang tepat karena tidak ada klarifikasi terlebih dulu mengenai tudingan ini.

“Itu haknya ade-ade hanya tidak efisien saya katakan karena kita harus bekerja lain lagi ini lain lagi kita hadapi padahal selesai hanya 5 menit kalau kita diskusi,” pungkasnya.

Terkahir mengenai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Herianto mengungkapkan, dirinya juga telah melaporkan dengan jujur.

Adapun terkait harta kekayaannya yang dinilai fantastis oleh Konsorsium Aktivis Konawe diperolehnya sebelum menjadi seorang pejabat.

Mulai dari warisan peninggalan orang tua hingga hasil usaha konsultan milik anaknya.

Laporan : Febri

admin

Recent Posts

Kepastian Hukum Aset Negara: Penyerahan Sertifikat Lahan Ketahanan Pangan di Kabupaten Konawe

Muarasultra.com, KONAWE – Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe terus memperkuat langkah dalam mendukung program strategis nasional…

15 jam ago

Sinergi Kantah Konawe dan Pengadilan Negeri Unahaa dalam Pemeriksaan Lapangan di Morosi

Muarasultra.com, KONAWE - Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe melalui Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa menghadiri agenda…

15 jam ago

Laika Mbuu di Konawe Disegel, Upah Tukang Rehab Belum Dibayar?

Muarasultra.com, KONAWE - Laika Mbuu atau Rumah Induk bagi masyarakat adat Tolaki di Sulawesi Tenggara…

16 jam ago

Dukung Pembangunan Permukiman Hunian Vertikal dan Kota Satelit, Menteri Nusron: Siapkan Penyediaan Lahan di Berbagai Wilayah

Muarasultra.com, ​Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat dukungan terhadap Program…

1 hari ago

PT SCM Dinilai Berperan Strategis, Terima Penghargaan pada Momentum HUT Konawe ke-66

Muarasultra.com, UNAAHA, – PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu motor…

2 hari ago

Harapan Tinggi, Realisasi Nihil : Kinerja Perumda Konasara Disoal

Muarasultra.com, Konawe Utara - Keberadaan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Konasara kembali menjadi sorotan publik. Sejak…

3 hari ago