Berita

Harapan Tinggi, Realisasi Nihil : Kinerja Perumda Konasara Disoal

Muarasultra.com, Konawe Utara – Keberadaan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Konasara kembali menjadi sorotan publik.

Sejak beralih dari status Perusahaan Daerah (Perusda) menjadi Perumda, kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai belum terlihat signifikan.

Hal ini menuai tanda tanya dari berbagai kalangan.

Perumda Konasara sendiri dibentuk sebagai instrumen strategis pemerintah daerah dalam mengelola potensi ekonomi lokal, termasuk sektor pertambangan, pertanian, dan jasa.

Secara regulasi, badan usaha milik daerah ini memang diarahkan untuk menjadi salah satu sumber pemasukan daerah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

Namun dalam implementasinya, ekspektasi tersebut dinilai belum sepenuhnya tercapai.

Sejumlah pihak mempertanyakan sejauh mana peran aktif Perumda Konasara dalam menghasilkan keuntungan yang berdampak langsung terhadap kas daerah.

Padahal, di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, kehadiran Perumda Konasara justru sangat dibutuhkan sebagai garda terdepan penyumbang PAD.

Peran strategis tersebut dinilai belum maksimal, sementara harapan terhadap kontribusinya semakin besar.

Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tujuan utama pendirian Perumda sejatinya telah jelas, antara lain: meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menjadi sumber pembiayaan pembangunan, menggerakkan perekonomian daerah melalui pengelolaan potensi yang optimal, serta menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan harga terjangkau.

Selain itu, Perumda juga diharapkan mampu mengoptimalkan aset daerah dan turut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah maupun nasional menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Dengan berbagai tujuan tersebut, muncul pertanyaan kritis di tengah masyarakat: apakah Perumda Konasara telah menjalankan atau bahkan mencapai salah satu dari poin-poin tersebut ?

Sejumlah Aktivis Senior Konawe Utara menilai, kunci dari optimalisasi Perumda Konasara terletak pada tata kelola yang profesional, transparansi, serta keberanian mengambil peran strategis dalam sektor unggulan daerah.

“Tanpa langkah konkret dan terukur, keberadaannya dikhawatirkan hanya menjadi simbol tanpa kontribusi nyata,” ujar salah satu warga Konut.

Hingga saat ini, publik masih menanti terobosan dari manajemen Perumda Konasara agar mampu menjawab keraguan sekaligus membuktikan perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah dan sumber PAD yang diharapkan.

Laporan : Redaksi

 

admin

Recent Posts

Aliansi Minta Bupati Konut Evaluasi Disnaker, Penanganan Sengketa PT NPM Dinilai Tak Profesional

Muarasultra.com, KONAWE UTARA – Aliansi Masyarakat Peduli Wilayang yang dipimpin Ketua Umum Ichi Rikardo mendesak…

3 jam ago

Di Istana Merdeka, Anton Timbang Perkuat Sinergi Kadin Sultra dengan Pemerintah untuk Akselerasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas

Muarasultra.com, JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Anton Timbang…

4 jam ago

Polda Sultra Tetapkan R Tersangka Kasus Dugaan Pencurian Mesin Crusher, Kuasa Hukum Ajukan Dalil Sengketa Perdata

Muarasultra.com, KENDARI - Mantan Calon Gubernur yang juga mantan orang nomor satu di Konawe Utara…

23 jam ago

AMPS Nakal Nyuplai ke Tambang, Penyebab BBM Langka di Sultra

Muarasultra.com, KONAWE KEPULAUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) dari Fraksi Partai Gerindra,…

1 hari ago

Pamit dari Mako Polres Konawe, AKBP Noer Alam Dikawal Komunitas Trail, Tinggalkan Jejak Kedekatan dengan Masyarakat

Muarasultra.com, KONAWE – Suasana haru menyelimuti Markas Polres Konawe. AKBP Noer Alam, S.I.K., bersama Ny.…

1 hari ago

Plt Kepala BLU Lemigas Bungkam Ditanya Status Kargo Minyak Rusia di Tangki Kilang Pertamina Balikpapan

Muarasultra.com, JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Minyak dan Gas…

1 hari ago