Muarasultra.com, KONAWE – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Konawe menggelar aksi demontrasi di Kantor DPRD Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (19/11/2024).
Aksi demontrasi ini dipimpin langsung oleh ketua PC PMII Konawe Muh Syahri Ramadhan alias Vigo serta sejumlah sahabat PMII Konawe.
Dalam orasinya mahasiswa menuntut agar DPRD Kabupaten Konawe segera melakukan pembahasan dan pembentukan peraturan daerah tentang teknis pemberian bantuan pendidikan atau beasiswa.
Selain itu, DPRD Konawe dituntut untuk terbuka menyampaikan kepada publik beasiswa atau dana pendidikan disalurkan untuk siapa saja dan seperti apa kriteria penerima beasiswa.
“DPRD Kabupaten Konawe harus transparan terhadap pemberian beasiswa, berapa anggarannya, kuotanya berapa dan berapa jumlah yang diberikan kepada mahasiswa, hal ini harus tersampaikan kepada masyarakat terutama mahasiswa,” ujar Syahri Ramadhan.
Kemudian, Vigo juga menyinggung rusaknya beberapa jembatan penghubung di desa Nekudu Kecamatan Asinua. Kata dia anggota DPRD Kabupaten Konawe di dapil lima seharusnya memperjuangkan perbaikan jembatan dan jalan di wilayah tersebut.
“Kabupaten Konawe adalah kabupaten induk, kabupaten tertua dalam sejarah perkembangan daerah Sulawesi Tenggara, namun hari ini masih ada infrastruktur yang belum tersentuh pemerintah, di desa Nekudu, kecamatan Asinua sedikitnya ada 5 jembatan darurat yang membutuhkan perhatian pemerintah terutama DPRD Kabupaten Konawe,” ungkapnya.
Dan selanjutnya, Ketua PC PMII Konawe ini mengingatkan DPRD Kabupaten Konawe untuk menjaga marwah lembaga dan kepercayaan publik. Peristiwa penghinaan dan pelecehan verbal yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Konawe diharapkan menjadi perhatian agar peristiwa yang sama tidak lagi terulang di Kabupaten Konawe.
Merespon tuntutan mahasiswa, Ketua DPRD Kabupaten Konawe I Made Asmaya menyampaikan bahwa DPRD Kabupaten Konawe dibawah kepemimpinannya bersama Nuryadin Tombili dan Nasrullah Faisal berkomitmen untuk mengedepankan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi.
“Perihal Perda beasiswa atau bantuan pendidikan, I Made Asmaya memastikan akan segera dibahas dalam waktu dekat. Realisasinya akan dilaksanakan tahun 2025,” ujarnya.
Selanjutnya, mengenai infrastruktur jembatan yang berada di Kecamatan Asinua, Made Asmaya berjanji untuk dianggarkan dan dikerjakan pada tahun 2025. Selain itu pihaknya juga telah melakukan konsultasi ke dinas PUPR Kabupaten Konawe agar ruas jalan Puosu – Mataiwoi diperbaiki.
Ditempat yang sama, Wakil Ketua I DPRD Konawe Nuryadin Tombili menyampaikan beasiswa yang ada hari ini disinyalir tidak tepat sasaran, oleh karena itu kedepan beasiswa dan bantuan pendidikan ini harus tersalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Kita harus pastikan ini tepat sasaran, oleh karena itu bantu kami, kita kawal agar tidak salah sasaran,” tegas Nuryadin Tombili.
Usai mendengarkan penyampaian dari pimpinan DPRD Konawe, mahasiswa secara tertib membubarkan diri.
Laporan : Febri
Muarasultra.com, KONAWE — Kisruh aktivitas tambang pasir di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Konaweeha, Kabupaten…
Muarasultra.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu…
Muarasultra.com, KONAWE – PT. Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup…
Muarasultra.com, Konawe - Ketua DPRD Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd.,MM mengikuti kegiatan retret yang…
Muarasultra.com, KONAWE – Nasib seorang oknum kepala bidang (kabid) di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Konawe…
Muarasultra.com, Konawe Utara - Peredaran Narkoba di wilayah Kabupaten Konawe Utara kian memprihatinkan. Nyaris semua…