Muarasultra.com, KOLAKA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka melalui Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit kopi robusta pada Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka Timur Tahun Anggaran 2021. Kamis (10/7/2025).
Pengadaan bibit kopi robusta tersebut bernilai sebesar Rp 4,2 miliar dan dikerjakan oleh CV Lumbung Sekawan sebagai pemenang tender. Namun, berdasarkan hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), proyek ini mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 626 juta.
Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni KM, HN, dan LP. Ketiganya langsung ditahan selama 20 hari ke depan terhitung sejak hari penetapan tersangka.
Dalam perkara ini, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, khususnya Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.
Proses hukum masih terus berjalan, dan pihak Kejari Kolaka menegaskan akan menuntaskan kasus ini hingga tuntas demi kepastian hukum dan keadilan bagi negara.
Laporan : Febri Nurhuda
Muarasultra.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu…
Muarasultra.com, KONAWE – PT. Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup…
Muarasultra.com, Konawe - Ketua DPRD Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd.,MM mengikuti kegiatan retret yang…
Muarasultra.com, KONAWE – Nasib seorang oknum kepala bidang (kabid) di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Konawe…
Muarasultra.com, Konawe Utara - Peredaran Narkoba di wilayah Kabupaten Konawe Utara kian memprihatinkan. Nyaris semua…
Muarasultra.com, KONAWE – Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe, Rully Handayani, S.H., M.Kn., memimpin jalannya rapat…