Gambaran Bendung Pelosika setelah selesai pembangunan.
Muarasultra.com, JAKARTA – Sulawesi Tenggara akan segera memiliki bendungan terbesar ketiga di Indonesia.
Bendungan terbesar di Sulawesi Tenggara ini juga akan menjadi bendungan terbesar di Indonesia bagian timur.
Proyek bendungan baru di Sulawesi Tenggara ini rencananya baru akan dimulai pada tahun 2023 ini.
Ada pun total kapasitas bendungan besar di Sulawesi Tenggara ini mencapai 774,16 juta meter kubik (m3) sebagaimana dilansir JatimNetwork.com dari laman sda.pu.go.id.
Bendungan ini didesain menjadi bendungan multifungsi, di mana fungsi utamanya adalah untuk mengairi daerah irigasi seluas 22.764 hektar.
Tak hanya itu, bendungan ini juga akan menjadi penyedia air baku sebesar 750 liter/detik dan mereduksi banjir hingga 44,56 persen.
Bendungan tersebut juga berpotensi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) hingga 2 x 10 MW.
Dalam pembangunan bendungan ini, lahan yang diperlukan adalah sekitar seluas 5.900 hektar.
Sebelumnya proyek bendungan terbesar di Sulawesi Tenggara ini dikabarkan telah dihapus dari 14 proyek infrastruktur yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Presiden Jokowi.
Namun Kepala Pusat Bendungan Ditjen SDA Kementerian PUPR, Ni Made Sumiarsih menampik hal tersebut.
Ia mengungkapkan jika pembangunan bendungan di Sulawesi Tenggara ini akan tetap dilanjutkan.
Pembangunan bendungan raksasa ini tentunya tidak akan memakan biaya yang sedikit.
Diketahui, Plt Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengungkapkan jika dana untuk pembangunan bendungan di Sulawesi Tenggara ini mencapai Rp 8 triliun.
Bendungan senilai triliunan ini ditargetkan rampung pada tahun 2027 mendatang.
Untuk saat ini proses bendungan ini masih dalam tahap pengadaan lahan yang akan dilanjutkan pada proses berikutnya.
Nama bendungan ini adalah Bendungan Pelosika.
Nantinya Bendungan Pelosika akan terletak di antara Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.
Rupanya, proyek bendungan ini juga mendapatkan dana hibah dari Pemerintah Republik Tiongkok untuk Republik Indonesia.
Kementerian PUPR dan Pemerintah Tiongkok yang diwakili oleh China International Development Cooperation Agency (CIDCA) sudah sepakat menandatangani naskah Exchange of Letter pada tahun 2019 lalu.
Kini bendungan yang dinantikan oleh warga Sultra tersebut akan segera direalisasikan.
Tak hanya sebagai penyedia air baku, tapi juga untuk tempat wisata dan sarana olahraga air.
Sumber : JatimNetwork.Com
Muarasultra.com, KONAWE – Komitmen Polres Konawe dalam memberantas peredaran narkotika kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal…
Muarasultra.com, Konawe Utara — Warga Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat…
Muarasultra.com, KONAWE - Seorang pria paruh baya berinisial RS warga kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe diamankan…
Muarasultra.com, KONAWE — Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., melantik pengurus Majelis Pembimbing…
Muarasultra.com, KONAWE – Kepolisian Sektor (Polsek) Lambuya bergerak cepat menangani kebakaran lahan gambut dan pohon…
Muarasultra.com, KONAWE – Ribuan peserta memadati kawasan Pantai Tanjung Lalimbue, Kecamatan Kapoila, Kabupaten Konawe, Sulawesi…