Berita

Aktivitas Smelter Morosi Picu Abrasi, 42 Rumah Warga di Desa Muara Sampara Tenggelam

Muarasultra.com, KONAWE – Desa Muara Sampara, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, telah mengalami abrasi sejak 6 tahun lalu. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipicu oleh gangguan keseimbangan alam daerah pantai.

Sejak 6 tahun lalu abrasi atau pengikisan pantai Desa Muara Sampara diakibatkan oleh aktivitas tambang nikel di Desa Morosi, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

“50 tahun bermukim di pantai Desa Muara Sampara, tidak pernah sedikit pun mengalami abrasi. Tapi ketika smelter nikel hadir, beberapa aliran kali ditutup, inilah yang menjadi penyebab peningkatan arus air dan pengikisan pantai,” kata Kepala Desa Muara Sampara, Suherman.

Dikatakan, 42 rumah telah tenggelam, kerugian ditaksir miliaran rupiah. Minggu lalu 2 rumah yang tenggelam, proses abrasi lebih cepat dari sebelumnya.

“Rumah yang ditempati selama puluhan tahun harus ditinggalkan, setengah badan rumah telah tenggelam. Tidak mungkin lagi bisa ditempati, bisa membahayakan nyawa keluarga,” ucap salah seorang warga, Basrin M, sambil membongkar bangunan rumahnya yang tenggelam.

Masyarakat yang jumlahnya 553 jiwa dan 135 KK terancam kehilangan tanah. Mereka juga terancam kehilangan sejarah di tanah kelahiran sendiri.

Sebelum ada tambang masuk di Morosi, beberapa aliran sungai/kali belum ditutup. Konsentrasi air terpecah, jadi kalau hujan keras atau pun air pasang dari laut, tidak pernah ada abrasi selama puluhan tahun.

Ketika tambang nikel hadir, beberapa aliran kali ditutup, menjadi sebab peningkatan arus menuju muara. Desa ini berada di ujung dari aliran sungai Konaweha dan Rawa Aopa, kalau konsentrasi air kali ditutup, membahayakan desa ini.

Akibat peningkatan arus air sungai yang tidak terpecah, menjadi penyebab abrasi ini terjadi. Peningkatan pengikisan pantai terjadi lebih dari 6 tahun. Tapi semenjak intensitas hujan tinggi belakangan ini, menjadi penyebab arus air dari kali Konaweha dan Rawa Aopa menjadi meningkat.

“Abrasi saat ini jauh lebih cepat dari sebelumnya. Dulu 10 meter per tahun dalam pengikisan pinggir pantai, sekarang perubahannya 1 bulan saja hujan sudah 5 meter masuk mengikis badan rumah, ini berbahaya sekali,” ujar seorang warga, Ebit.

Laporan : Redaksi

admin

Recent Posts

Dari Istana Negara ke Kabupaten Konawe, DPRD Konawe Gelar Paripurna Istimewa, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Muarasultra.com, KONAWE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menggelar Rapat Paripurna…

8 jam ago

Kapolres Konawe Kunjungi Polsek Tongauna, Berikan Arahan kepada Personel dan Bhayangkari

Muarasultra.com, KONAWE – Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono, S.I.K., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres…

9 jam ago

Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Digelar di Abuki, Pengurus Mabigus Se-Kwartir Ranting Dikukuhkan

Muarasultra.com, KONAWE — Apel Besar memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 berlangsung khidmat di Lapangan…

13 jam ago

CERI Soroti Penawaran Identik 9 Perusahaan dalam Pengadaan Renovasi Gedung Cipta Karya Tahun 2023 Tak Disidik Kejati DKI

Muarasultra.com, JAKARTA – Center for Energy and Resources Indonesia (CERI) menyoroti proses pengadaan proyek penataan…

18 jam ago

Kesempatan Setara untuk Semua, Yusran Akbar Apresiasi Alfamidi Serap Tenaga Kerja Disabilitas

Muarasultra.com, KONAWE – Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST melalui Kadis Nakertrans Ir. Ilham Jaya…

1 hari ago

Kapolres Rangkul Mahasiswa: Sinergi Dijaga, Wujudkan Situasi Kamtibmas Aman dan Damai

Muarasultra.com, Konawe – Dalam rangka memperkuat kemitraan dan membangun komunikasi yang konstruktif dengan elemen mahasiswa,…

1 hari ago