Berita

Akses Pembangunan Bendung Ameroro Masih Ditutup Warga, Kapolsek Lambuya Imbau Warga Jaga Kondusifitas

Muarasultra.com, KONAWE – Akses jalan ke lokasi pembangunan Bendung Ameroro di Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara sampai saat ini masih ditutup oleh warga.

Kondisi ini telah berlangsung selama sepekan terakhir. Tenda besi, puluhan kursi dan beberapa coretan milik warga masih terpampang dan menutup area jalan menuju lokasi pembangunan proyek strategis nasional yang berada di Kabupaten Konawe.

Penutupan akses tersebut dilakukan masyarakat menuntut pembayaran ganti rugi lahan tahap 2 yang dijanjikan oleh pihak Balai Wilayah Sungai IV Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sampai saat ini belum juga ada titik terang.

Randi Pramansyah, S.T, salah satu perwakilan masyarakat mengatakan ini adalah langkah yang harus di ambil masyarakat dalam menuntut hak kepemilikan tanah yang selalu di beri janji oleh pihak BWS IV Sulawesi Tenggara sejak dua tahun kemarin.

“Kita ketahui bersama lokasi APL dan dampak sosial masyarakat, kini telah dikelola oleh pihak perusahaan dalam mempercepat pembangunan bendungan yang masuk kategori proyek strategis nasional ini,” tambahnya.

Warga lingkar Bendung Ameroro menutup akses jalan ke lokasi pembangunan akibat ganti rugi lahan tahap 2 tak kunjung direalisasikan.

Selain menuntut ganti rugi lahan, masyarakat juga menuntut pihak BWS IV Sultra untuk segera merealisasikan ganti rugi tanaman masyarakat.

“Kompensasi lahan dan tanaman masyarakat yang sampai hari ini belum tuntas. Ini juga perlu menjadi perhatian pihak BWS untuk segera menyelesaikan,” tegasnya.

Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi pihak BWS, maka penutupan jalan tersebut tidak akan pernah di buka.

Disisi lain, Kapolsek Lambuya Ipda Fahry Latekeng saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan pihak BWS dalam minggu ini akan mengadakan pertemuan dengan masyarakat pemilik lahan untuk menyelesaikan tuntutan warga soal ganti rugi lahan dan tanaman.

“Pihak BWS dalam minggu ini akan mengadakan pertemuan dengan masyarakat pemilik lahan,” ujarnya.

Kapolsek Lambuya pun menghimbau warga sekitar Bendung Ameroro untuk senantiasa menjaga suasana aman dan kondusif serta memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pekerjaan PSN yang muaranya akan dinikmati oleh masyarakat.

“Tetap jaga kondusifitas, warga juga tidak ada yang dirugikan,” tandas Ipda Fahry.

Laporan : Febri

admin

Recent Posts

Barcode BBM Subsidi Warga Konawe Diduga Dibobol, 80 Liter Tercatat di SPBU 7493606

Muarasultra.com, KONAWE - Salah seorang warga Konawe bernama Puspa mengeluhkan Barcode kendaraan miliknya telah digunakan…

1 hari ago

Bintang Timur FC Mundur dari Turnamen Sampara Raya Cup I, Panitia Dinilai Tabrak Regulasi

Muarasultra.com, KONAWE - Belum sepekan bergulir, turnamen sepak bola Sampara Raya Cup I di Kabupaten…

1 hari ago

Percepat Legalisasi Aset Keagamaan, Kantah dan Kemenag Konawe Perkuat Koordinasi Sertipikasi Tanah Wakaf ‎

Muarasultra.com, KONAWE – Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Konawe memperkuat komitmennya dalam mempercepat legalisasi aset-aset keagamaan…

2 hari ago

Perkuat Manajemen Talenta, 15 Pegawai Kantor Konawe Ikuti Seleksi Jabatan Pengawas Kanwil BPN Provinsi Sultra

Muarasultra.com, KENDARI – Sebanyak 15 pegawai Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Konawe mengikuti Ujian Seleksi Kelompok…

2 hari ago

Bersama Kantah Konawe, Sekda Pimpin Rakor Lintas Sektor Penanganan Sengketa Lahan Transmigrasi ‎

Muarasultra.com, KONAWE — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe bersama Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Konawe dan aparat…

2 hari ago

Momentum Hari Santri, Kantah Konawe dan Kemenag Konawe Serahkan 32 Sertifikat Wakaf Masjid dan Pesantren

Muarasultra.com, KONAWE – Momentum Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi langkah nyata dalam mengamankan…

2 hari ago