Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Kehadiran Khiroto alam achmad Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Konawe Utara dalam kegiatan sosialisasi PT. Geomineral Inti Perkasa (PT. GIP) menjadi momentum untuk menyampaikan sikap dan aspirasi terkait rencana kehadiran perusahaan tersebut di Bumi Oheo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua KNPI Konawe Utara menegaskan penolakannya terhadap kehadiran PT. GIP. Sikap tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi sekaligus perhatian terhadap berbagai aspek yang dinilai perlu menjadi pertimbangan sebelum perusahaan menjalankan aktivitasnya di wilayah Konawe Utara.
Menurutnya, setiap rencana investasi yang masuk ke daerah harus memperhatikan kepentingan masyarakat lokal, kondisi lingkungan, serta keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
“Bumi Oheo bukan sekadar wilayah administratif, tetapi juga ruang hidup masyarakat yang harus dijaga. Setiap perusahaan yang ingin hadir di Konawe Utara harus memperhatikan kepentingan masyarakat dan tidak mengabaikan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan sosialisasi semestinya menjadi ruang dialog yang terbuka, bukan sekadar penyampaian informasi satu arah. Masyarakat harus diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, mempertanyakan dampak kegiatan perusahaan, serta memperoleh informasi yang jelas dan transparan.
KNPI Konawe Utara, lanjutnya, memandang bahwa suara masyarakat harus menjadi bagian penting dalam setiap proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan masa depan daerah.
Oleh karena itu, pihaknya meminta agar aspirasi masyarakat yang menolak kehadiran PT. GIP diperhatikan secara serius oleh seluruh pihak terkait.
Pemerintah koanwe utara di harapkan untuk tidak memberikan ruang kepada PT. GIP dengan tidak memberikan Izin PKKPR (Persetujuan kesesuaian kegiatan Pemanfaatan Ruang) kepada perusahaan tersebut, Kami ingin agar setiap kebijakan yang menyangkut daerah ini benar-benar mempertimbangkan hak, keselamatan, lingkungan, dan masa depan masyarakat Konawe Utara,” lanjutnya.
Apalagi wilayah Iup PT. GIP ini masuk dalam RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) ibukota wanggudu yang di dalam nya ada kawasan danau rano yang menjadi sumber mata air untuk masyarakat kecamatan asera dan rencana pembangunan jalan hauling PT. GIP ini melewati Kali anggomate yang menjadi sumber mata air bagi masyarakat kecamatan andowia.
Hal ini yang menjadi dasar utama dalam pengambilakn sikap penolakan KNPI Konawe Utara Terhadap Kehadiran PT. GIP di Bumi Oheo.
Sikap penolakan tersebut, menurut iton sapaan akrab ketua knpi konuu, merupakan bagian dari upaya menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendorong agar setiap rencana investasi dijalankan dengan mengedepankan keterbukaan, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat.
Ia berharap seluruh pihak dapat membuka ruang komunikasi yang konstruktif agar aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai formalitas dalam kegiatan sosialisasi, melainkan benar-benar menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan.
Laporan : Febri Nurhuda
Muarasultra.com, MOROWALI – Sebuah video amatir berdurasi 48 detik yang memperlihatkan momen penggerebekan seorang pria…
Muarasultra.com, KONAWE – Seorang pria berinisial Maruf Sola (56) diduga membakar rumahnya sendiri di Desa…
Muarasultra.com, KONAWE – Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan…
Muarasultra.com, KONAWE – Persiapan pelaksanaan Sampara Raya Cup 1 terus dimatangkan. Wakil Ketua DPRD Konawe,…
Muarasultra.com, PEKANBARU - Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) mendesak pemerintah pusat segera melakukan…
Muarasultra.com, Konawe Utara— Dalam upaya mempererat hubungan silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat sekaligus menjaga situasi…