Berita

SDR: Erick Thohir Harus Ikut Bertanggung Jawab Atas Korupsi Sistemik Pengadaan Minyak di Pertamina

Muarasultra.com, JAKARTA – Direktur Eksekuitf Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto di Jakarta, Minggu (6/4/2025) mengatakan, bisa terjadinya korupsi sistemik dan terstruktur serta masif dalam jangka waktu lama di empat Subholding PT Pertamina (Persero) yang telah berhasil diungkap oleh Pidsus Kejagung dengan kerugian negara Rp 968,5 triliun periode 2018 -2023, tentu menjadi tanggung jawab penuh Menteri BUMN Erick Thohir.

“Apalagi sejak awal proses penyelidikan oleh Tim Pidsus pada Oktober 2024 hingga saat ini Erick Thohir sebagai Menteri BUMN tidak melakukan pembenahan atau pencopotan terhadap pejabat Pertamina diduga terlibat yang hanya karena proses waktu saja saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung,” ungkap Hari Purwanto.

Jadi, kata Hari, tak masuk akal sehat jika Jaksa Agung dan Jampidsus belum apa-apa sudah menyatakan Erick tidak terlibat. “Hal ini memancing kecurigaan publik bahwa Jaksa Agung dan Jampidsus telah masuk angin,” ungkap Hari.

Sehingga, lanjut Hari, pengangkatan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Dr Mia Amiati SH sebagai Komisaris di Bank Mandiri Tbk baru-baru ini oleh Menteri BUMN ini telah dicurigai publik sebagai bentuk terselubung gratifikasi kepada Jaksa Agung.

Hari mengatakan sangat berharap Presiden Prabowo Subianto perlu menegur dan mencopot Menteri BUMN Erick Thohir dan Jaksa Agung ST Burhanuddin, karena kebijakan ini telah merusak citra Presiden yang katanya serius mau memberantas korupsi.

Selain itu, Hari Purwanto mendesak pihak Pidsus Kejagung mengusut tuntas semua pihak yang terlibat termasuk otak pelaku sebagai perancang dan penerima manfaat dari korupsi yang telah merugikan negara dan Pertamina serta telah merugikan rakyat sebagai pengguna BBM selama ini.

“Termasuk penegak hukum diharapkan segera menelisik dan menangkap makelar kasus (markus) dan makelar jabatan (marjab) berinisial ESB yang selalu memanfaatkan setiap kasus dengan aktifis anti korupsi dengan mengadu domba sesama penegak hukum untuk meraih keuntungan dengan menjual-jual nama Dirut dan Komut Pertamna bisa mengatur proyek-proyek dan jabatan di Pertamina,” kata Hari.

Hari juga mendesak pihak Pidsus Kejagung menerapkan Undang Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap pihak pihak yang terlibat dalam kasus korupsi pengadaan minyak Pertamina ini.

Menurut Hari, sudah dua bulan ini dia mengamati pemberitaan di media elektronik, cetak dan online, terkesan Kejagung kurang serius mengungkap pihak-pihak orang kuat yang terlibat dalam permainan impor minyak di Pertamina selama ini.

Hari juga mendesak pihak Pidsus Kejagung segera memeriksa Mister James dan kawan-kawan yang menurut hasil mapping permainan impor minyak ini yang telah beredar luas di medsos, bahwa Mister James Dkk sebagai operator bisa membuka kotak pandora bahwa kegiatan mister James dengan oknum pejabat di Pertamina untuk kepentingan ET dan BT serta MRC dan HR dalam meraup keuntungan ratusan triliun dari permainan impor minyak mentah, BBM, LNG dan LPG selama ini di Pertamina.

“Termasuk menelisik kontrak jangka panjang antara Pertamina dengan perusahaan minyak Irak SOMO sebanyak 3 juta barel minyak Basrah diduga ada peran Hatta Rajasa dengan Direksi Pertamina dengan Moch Reza Chalid kala itu,” kata Hari.

Oleh sebab itu, kata Hari, jika dalam satu bulan ini pihak Pidsus Kejagung tidak memperlihatkan upaya sungguh-sungguh pengungkapan adanya keterlibatan otak pelaku yang merupakan elit-elit di atas, maka SDR akan bergabung dengan Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) Mirah Sumirat dan Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman untuk berunjuk rasa ke Kejaksaan Agung dan kementerian BUMN.

Terakhir sebagai saran dan himbauan Hari kepada Presiden Prabowo untuk menawarkan keringanan hukuman bagi Moch Reza Chalid sebagai Justice Collabarotor (JC) jika dengan sadar dia mau kembali ke Indonesia untuk mengembalikan uang yang diperoleh secara tidak sah dan mau membuka siapa siapa saja petinggi di Indonesia dari eksekutif, legislatif dan yudikatif yang selama kurun 20 tahun ini ikut menikmati komisi dari permainan impor minyak ini.

Adapun pihak Kejagung sejak 27 Febuari 2025 telah menetapkan 9 tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola impor minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina periode 2018-2023. Mereka terdiri dari 6 pejabat Pertamina dari Subholding PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina International dan PT Pertamina International Shipping dan 3 petinggi dari perusahaan swasta, masing-masing dari PT Orbit Terminal Merak, PT Navigator Khatulistiwa dan PT Jenggala Maritim. Semua tersangka telah ditahan di Rutan Kejagung.(*)

Laporan : Redaksi

 

admin

Recent Posts

Polres Konsel Kerahkan Tiga Polsek, Wakapolres Turun Langsung Pastikan Siswa Dapat Penanganan Medis

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN - Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan mengerahkan personel dari tiga kepolisian sektor…

3 jam ago

Proyek Banjir Konaweeha Rp12,9 Miliar di Konawe Disorot, Debu Ganggu Warga dan Material Diduga Ilegal, Polisi Diminta Bertindak

Muarasultra.com, KONAWE - Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe,…

14 jam ago

Bawa Nama Konawe ke Panggung Regional, King Skate Tampil Gemilang di EIRC 2026

Muarasultra.com, KONAWE - Club sepatu roda Konawe King Skate (KKS) menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang…

16 jam ago

Penerangan Jalan Andowia-Wanggudu Raya Disorot Usai Kecelakaan, IPPMAWA Desak Pemkab Konut Buka Dokumen PJU, Kadis DLH Bungkam

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Minimnya penerangan di sepanjang jalan poros Andowia–Wanggudu Raya, Kabupaten Konawe Utara,…

21 jam ago

Upah Lembur dan Sistem Roster Dipersoalkan, Manajemen PT Sifang Mining Site TMS Konawe Utara Disorot, Buruh Ancam Mogok 21 Oktober

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Ratusan pekerja PT Sifang Mining Indonesia yang bertugas di Site TMS/PT…

1 hari ago

Puluhan Siswa SD dan SMA di Konsel Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Puskesmas

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di…

1 hari ago