Berita

Puskom Sorot Aktivitas PT Bahana Wastecare di Konawe, Diduga Berjalan Tanpa Izin

Muarasultra.com, KENDARI – Aktivitas pembangunan depot bahan bakar minyak (BBM) jenis solar milik PT Bahana Wastecare di Desa Rapambinopaka, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kembali menuai sorotan.

Berdasarkan penelusuran wartawan di lapangan serta konfirmasi kepada sejumlah pihak terkait, perusahaan tersebut diduga belum mengantongi dokumen izin lingkungan, baik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) maupun Upaya Pengelolaan Lingkungan – Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL).

Kepala Bidang Lingkungan Pusat Studi Konstitusi Mahasiswa Indonesia (PUSKOM), Apriansyah, mengatakan, berdasarkan hasil investigasi pihaknya menemukan aktivitas perusahaan tersebut diduga belum memiliki perizinan yang sah.

“PT Bahana Wastecare di Lalonggasumeeto yang akan membangun depot BBM jenis solar itu kami duga kuat tidak memiliki izin resmi,” ungkapnya dilansir dari media telisik.id. Minggu (15/3/2026) malam.

Lebih lanjut, Apriansyah menambahkan, dari hasil investigasi yang dilakukan, ditemukan adanya aktivitas perusahaan yang diduga belum memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) maupun UKL-UPL yang sah.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berpotensi merusak ekosistem pesisir, tetapi juga dapat menimbulkan bencana ekologis jika tidak segera ditangani.

Ia menegaskan, aktivitas tersebut berpotensi melanggar sejumlah peraturan perundang-undangan, di antaranya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

“Perbuatan tersebut dapat dijerat dengan pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar,” jelasnya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan tindak pidana lingkungan hidup apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam perusakan kawasan mangrove tersebut.

“Penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan tidak boleh tebang pilih. Negara harus hadir untuk melindungi ekosistem pesisir dan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat,” katanya.

Ia juga meminta agar aktivitas perusahaan tersebut jika terbukti tidak memiliki izin harus segera dihentikan.

“Jika terbukti tak memiliki izin lingkungan aktivitas tersebut harus di hentikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lingkungan dan Amsal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe, Rasnyatin, mengatakan, terkait penerbitan izin lingkungan bukan merupakan kewenangan DLH Konawe.

“Bukan kewenangan kami, Pak. Kalau bukan provinsi, itu kewenangan kementerian,” ujarnya saat dikonfirmasi telisik.id via WhatsApp, pada Kamis (12/3/2026).

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa pihak DLH Konawe pernah melakukan pengecekan ke lokasi karena secara administratif wilayah tersebut berada di Kabupaten Konawe.

“Kami sudah pernah mengecek karena daerah itu secara administratif masuk wilayah Kabupaten Konawe. Tapi secara aturan, mengeluarkan perizinan bukan kewenangan kami,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa saat tim DLH turun ke lokasi, sudah terdapat aktivitas penimbunan lahan.

“Waktu kami turun memang sudah ada aktivitas penimbunan lahan. Kami tidak tahu apakah sudah ada izin atau belum, karena saat itu kami tidak bertemu langsung dengan pemilik,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sultra, Dr. Ir. H. Andi Makkawaru, S.T., M.Si., IPM, menyebutkan berdasarkan data di tingkat provinsi, izin perusahaan tersebut tidak tercatat.

“Izin di data provinsi tidak ada tercatat perusahaan tersebut, Pak,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah meminta bidang penaatan DLH Sultra untuk berkoordinasi dengan Bidang Gakkum Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (Pusdal SUMA) di Kendari.

“Saya sudah minta bidang penaatan DLH Sultra untuk berkoordinasi dengan kantor Bid. Gakkum Pusdal SUMA di Kendari,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Bahana Wastecare belum memberikan keterangan.

Laporan : Febri Nurhuda

 

 

admin

Recent Posts

Polres Konsel Kerahkan Tiga Polsek, Wakapolres Turun Langsung Pastikan Siswa Dapat Penanganan Medis

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN - Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan mengerahkan personel dari tiga kepolisian sektor…

3 jam ago

Proyek Banjir Konaweeha Rp12,9 Miliar di Konawe Disorot, Debu Ganggu Warga dan Material Diduga Ilegal, Polisi Diminta Bertindak

Muarasultra.com, KONAWE - Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe,…

14 jam ago

Bawa Nama Konawe ke Panggung Regional, King Skate Tampil Gemilang di EIRC 2026

Muarasultra.com, KONAWE - Club sepatu roda Konawe King Skate (KKS) menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang…

16 jam ago

Penerangan Jalan Andowia-Wanggudu Raya Disorot Usai Kecelakaan, IPPMAWA Desak Pemkab Konut Buka Dokumen PJU, Kadis DLH Bungkam

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Minimnya penerangan di sepanjang jalan poros Andowia–Wanggudu Raya, Kabupaten Konawe Utara,…

20 jam ago

Upah Lembur dan Sistem Roster Dipersoalkan, Manajemen PT Sifang Mining Site TMS Konawe Utara Disorot, Buruh Ancam Mogok 21 Oktober

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Ratusan pekerja PT Sifang Mining Indonesia yang bertugas di Site TMS/PT…

24 jam ago

Puluhan Siswa SD dan SMA di Konsel Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Puskesmas

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di…

1 hari ago