Berita

PT ANTAM Diam, Perusda Konasara Pasang Jaminan, Kontraktor Lokal Jadi Penonton

Muarasultra.com, KONAWE UTARA – Konawe Utara – Polemik mekanisme kemitraan pertambangan di Site Tapunopaka terus menjadi sorotan publik. Di tengah munculnya kritik terhadap pola kemitraan yang dijalankan Perumda Konasara, sikap diam PT Antam Tbk justru memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat lingkar tambang.

Tapunopaka yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan potensial deposit nikel di Konawe Utara kini berkembang menjadi arena perdebatan terkait transparansi, akses kemitraan, dan keterlibatan kontraktor lokal dalam aktivitas pertambangan.

Polemik bermula dari mekanisme “Jaminan Pelaksanaan” atau Jampel yang dinilai memberatkan sebagian kontraktor lokal. Dalam dinamika yang berkembang di lapangan, nama PT Antam Tbk kerap disebut sebagai pihak yang diduga berada di balik persyaratan ketat tersebut. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak perusahaan terkait isu yang berkembang.

Ketua Caretaker KNPI Konawe Utara sekaligus Koordinator Front Restorasi Perumda Konasara (FRPK), Hendrik mempertanyakan sikap diam perusahaan pelat merah tersebut.

“Jika berbagai syarat itu bukan berasal dari Antam, mengapa sampai hari ini tidak ada klarifikasi resmi? Publik tentu membutuhkan penjelasan agar tidak muncul asumsi liar,” ujarnya.

Menurut Hendrik, minimnya komunikasi terbuka dari perusahaan berpotensi memicu distrust atau ketidakpercayaan masyarakat terhadap tata kelola kemitraan di wilayah pertambangan.

Ia menilai, pengalaman konflik sosial di kawasan tambang seperti Mandiodo seharusnya menjadi pelajaran penting bahwa keterbukaan informasi sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas sosial dan iklim investasi.

“Ketika pertanyaan masyarakat tidak dijawab secara terbuka, maka spekulasi akan tumbuh sendiri. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga menyangkut rasa keadilan masyarakat lokal,” tambahnya.

Di tingkat akar rumput, polemik tersebut dinilai telah berkembang menjadi isu akses ekonomi bagi kontraktor lokal. Sebagian pihak mengaku khawatir mekanisme yang ada justru membatasi keterlibatan pelaku usaha daerah dalam aktivitas pertambangan di wilayahnya sendiri.

FRPK pun mendorong agar ruang dialog antara PT Antam Tbk, Perumda Konasara, dan kontraktor lokal segera dibuka secara transparan guna meredam ketegangan yang mulai berkembang di masyarakat.

Selain itu, muncul dorongan agar lembaga independen seperti Ombudsman Republik Indonesia turut melakukan pengawasan terhadap tata kelola kemitraan yang berjalan, guna memastikan prosesnya berlangsung adil, transparan, dan tidak diskriminatif.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Antam Tbk belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai mekanisme kemitraan di Site Tapunopaka.

Kini, publik menanti langkah perusahaan dalam memberikan penjelasan terbuka demi menjaga kepercayaan masyarakat dan stabilitas sosial di wilayah lingkar tambang Konawe Utara.

Laporan : Redaksi

 

admin

Recent Posts

Satresnarkoba Polres Konawe Ringkus Dua Pengedar Sabu di Wawotobi

Muarasultra.com, KONAWE – Komitmen Polres Konawe dalam memberantas peredaran narkotika kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal…

21 jam ago

Geger! Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terapung di Sungai Lalindu Konawe Utara, Kondisi Tak Utuh

Muarasultra.com, Konawe Utara — Warga Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat…

21 jam ago

Pria Paruh Baya di Lambuya Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak Umur 4 Tahun ‎

‎Muarasultra.com, KONAWE - Seorang pria paruh baya berinisial RS warga kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe diamankan…

1 hari ago

Dari Tanjung Lalimbue, Wabup Konawe Kukuhkan Kader Pramuka di Tujuh Kecamatan

Muarasultra.com, KONAWE — Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., melantik pengurus Majelis Pembimbing…

1 hari ago

Gerak Cepat Polsek Lambuya Bersama Damkar dan TNI Padamkan Karhutla, Selamatkan Rumah Warga dari Ancaman Kebakaran

Muarasultra.com, KONAWE – Kepolisian Sektor (Polsek) Lambuya bergerak cepat menangani kebakaran lahan gambut dan pohon…

2 hari ago

Dari Tanjung Lalimbue untuk Persaudaraan, Bupati Konawe: Eratkan Silaturahmi Kokohkan Persaudaraan

Muarasultra.com, KONAWE – Ribuan peserta memadati kawasan Pantai Tanjung Lalimbue, Kecamatan Kapoila, Kabupaten Konawe, Sulawesi…

2 hari ago