Berita

Proyek Banjir Konaweeha Rp12,9 Miliar di Konawe Disorot, Debu Ganggu Warga dan Material Diduga Ilegal, Polisi Diminta Bertindak

Muarasultra.com, KONAWE – Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menuai sorotan.
‎
‎Proyek milik PJSA BWS Sulawesi IV Kendari ini diduga abai terhadap keselamatan dan keamanan warga kecamatan Wonggeduku khususnya warga desa Dawi-dawi dan desa Langgonawe.
‎
‎Berdasarkan pantauan awak media dilokasi proyek, pihak penyedia jasa dalam hal ini CV Rezeki Putra Perkasa diduga tidak melakukan penyiraman guna meminimalisir dampak debu aktivitas pengangkutan batu Penahanan banjir.

Foto Istimewa.

‎Temuan lain, pihak perusahaan tidak menempatkan seorang flagman yang mengatur lalu lintas kendaraan diarea proyek.
‎
‎Selanjutnya, material batu gajah yang digunakan oleh pihak penyedia jasa merupakan material batu Ilegal.
‎
‎Salah satu warga setempat yang ditemui awak media mengatakan proyek ini telah berjalan kurang lebih 6 bulan. Selama itu juga warga desa Dawi-dawi dan desa Langgonawe merasakan dampak debu dari aktivitas pengangkutan batu.
‎
‎”Debunya tebal sekali, kita liat sendiriji. Harusnya mereka menyiram jangan sepotong-sepotong, kalau perlu 2-3 kali sehari sepanjang jalan yang mereka lalui,” ujar Aris. Rabu (14/10/2026).

Foto Istimewa.

‎Aris mengungkap, jangan karena proyek ini dibawah pengawasan hukum Kejaksaan lantas mau seenaknya tanpa memperhatikan keselamatan masyarakat.
‎
‎”Kami berharap aparat penegak hukum tidak tinggal diam, ini menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
‎
‎Sementara itu, perwakilan CV Rezeki Putra Perkasa bernama Okta saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp enggan memberikan komentar.
‎
‎Begitupun pelaksana lapangan proyek, Sugiarto saat dikonfirmasi juga enggan menjawab.
‎
‎Terpisah, Kapolsek Wonggeduku IPDA Harisman saat dikonfirmasi membenarkan perihal kegiatan pengendalian banjir di desa Langgonawe.

Proyek Penahanan Banjir di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe.

‎
‎Meski demikian IPDA Harisman mengaku belum pernah berkordinasi dengan penyedia jasa pekerjaan ini.
‎
‎”Kalau ada laporan segera kami tindak lanjuti,” singkatnya.
‎
‎Sebagai informasi, proyek pengendalian banjir di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku dikerjakan oleh CV Rezeki Putra Perkasa.
‎
‎Konsultan Supervisi proyek adalah PT Indoplan Inti Patria. Proyek ini memiliki kontrak hingga 210 hari dengan total anggaran Rp. 12.963.000.000.
‎
‎
‎Laporan: Febri Nurhuda

‎
‎
‎
‎

admin

Recent Posts

Bawa Nama Konawe ke Panggung Regional, King Skate Tampil Gemilang di EIRC 2026

Muarasultra.com, KONAWE - Club sepatu roda Konawe King Skate (KKS) menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang…

10 jam ago

Penerangan Jalan Andowia-Wanggudu Raya Disorot Usai Kecelakaan, IPPMAWA Desak Pemkab Konut Buka Dokumen PJU, Kadis DLH Bungkam

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Minimnya penerangan di sepanjang jalan poros Andowia–Wanggudu Raya, Kabupaten Konawe Utara,…

15 jam ago

Upah Lembur dan Sistem Roster Dipersoalkan, Manajemen PT Sifang Mining Site TMS Konawe Utara Disorot, Buruh Ancam Mogok 21 Oktober

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Ratusan pekerja PT Sifang Mining Indonesia yang bertugas di Site TMS/PT…

18 jam ago

Puluhan Siswa SD dan SMA di Konsel Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Puskesmas

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di…

18 jam ago

Komitmen Berantas Halinar, Rutan Unaaha Gencarkan Penggeledahan Blok Hunian

Muarasultra.com, KONAWE – Menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan membutuhkan pengawasan yang konsisten serta…

20 jam ago

Kemenag Bersama Dukcapil Konawe Realisasi Program SAKINAH, Solusi Integrasi Layanan Nikah dan Dokumen Kependudukan ‎

Muarasultra.com, KONAWE – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe di bawah kepemimpinan H. Hasrun Taleo…

21 jam ago