Muarasultra.com, UNAAHA – Ikatan Kerukunan Keluarga Lagaligo Lambuya (IKKL) gelar arisan keluarga besar untuk merawat semangat kebersamaan dalam mempererat hubungan silaturrahmi dan kekompakan keluarga besar.
Arisan yang berjalan sejak dibentuknya IKKL tahun 1991 ini merupakan wadah komunikasi antar keluarga dari anak cucu keturunan ‘Lagaligo’ ayahanda almarhum Muhammad Kide dan Piter Papua atau bernama kecilnya Muhammad Sati, putra kelahiran Lambuya, ujar Yusran Akbar, ST yang juga merupakan Ketua Kadin Konawe kepada awak media ini di Tuoy, Kab Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu (21/5/2023).
Menurut Yusran, saat ini terdapat lebih dari seratus keluarga yang tergabung dalam IKKL yang umumnya anak cucu dari generasi kedua yang tersebar se Sulawesi Tenggara. Mulai dari yang berdomisili di Kabupaten Konawe, Kolaka, Kolaka Timur, Kota Kendari hingga Kita Baubau.
“IKKL merupakan wadah silaturrahmi keluarga besar anak cucu keluarga Lagaligo sekaligus menjaga marwah kebaikan yang diwariskan para orang tua kita,” ungkap Yusran Akbar ST yang juga merupakan putra Masri Papua penggagas berdirinya IKKL.
Adapun program kegiatan bagian dari kerukunan keluarga Lambuya ini terkait pada kegiatan sosial kekeluargaan. Diantaranya sambung Yusran, program peduli bencana alam dan pendidikan.
“Kegiatan ini sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu, seperti saat terjadinya bencana banjir di Kabupaten Konawe dan Konawe Utara. IKKL mengambil peran menyalurkan bantuan bahan makanan dan pakaian untuk warga korban banjir,” ujar Yusran Akbar.
Laporan : Febri