Berita

Korupsi Tambang PT LAM : Tan Lie Pin Perintahkan OB Buka Rekening Tampung Uang Penjualan Ore Nikel Ilegal

Muarasultra.com, Kendari – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) didesak segera memproses hukum Komisaris PT Lawu Agung Mining (LAM). Komisaris yang diketahui bernama Tan Lie Pin itu diduga terlibat dalam kasus korupsi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Antam di Blok Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Desakan ini muncul dari aktivis Sultra, Ilham. Menurut Ilham, Tan Lie Pin alias Lily Salim memiliki keterlibatan dalam kasus korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp5,7 triliun.

Ilham menegaskan ada 13 tersangka dalam kasus korupsi PT Antam di Blok Mandiodo, Konut. Dari 13 tersangka, 3 diantaranya berasal dari PT LAM, yakni pemilik PT LAM (Windu), Direktur PT LAM (Ofan Sofian) dan pelaksana lapangan PT LAM (Glenn Ario Sudarto).

Namun, Kejati Sultra yang tidak memproses hukum Komisaris PT LAM, Tan Lie Pin. Padahal, fakta persidangan membuktikan bahwa Tan Lie Pin diduga memiliki keterlibatan dalam kasus tersebut.

“Berdasarkan fakta persidangan, Tan Lie Pin memerintahkan dua office boy (OB) PT LAM membuka rekening untuk menampung dan menyamarkan aliran dana hasil transaksi penjualan nikel illegal yang mencapai Rp135,8 miliar,” ucapnya, Rabu (15/4/2025).

Tan Lie Pin, juga memerintahkan penarikan dana hasil penjualan secara berkala, serta menggunakan dana untuk membeli saham PT LAM melalui salah satu perusahaan tambang yang lain.

“Itu semua telah terbukti dalam fakta persidangan kasus korupsi PT Antam, beberapa waktu lalu,” paparnya.

Kata Ilham apa yang dilakukan Tan Lie Pin telah memenuhi unsur pidana sebagaimana Pasal 2 ayat (1) UU No. 31 Tahun 1999 junto UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Terpisah, Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulta, Dody, menerangkan bahwa penyidik Kejati Sultra telah melakukan pemeriksaan dan telaah akhir terhadap Komisaris PT LAM, Tan Lie Pin.

Hanya saja, status yang bersangkutan masih sebagai saksi. Dody juga masih menunggu hasil akhir dari penyidik yang menangani kasus korupsi di Blok Mandiodo itu.

“Untuk Tan Lie Pin ini, tim penyidik Kejati Sultra telah selesai melakukan telaah akhir. Untuk selanjutnya, tim penyidik akan melakukan tindakan hukum untuk memproses lebih lanjut yang bersangkutan,” tutup Dody.

Laporan : Redaksi

admin

Recent Posts

Kejati Tetapkan Kabiro Perekonomian Sultra Tersangka Kasus Korupsi Uang Makan Minum

Muarasultra.com, Kendari – Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul…

58 menit ago

Desa Waworaha-Konawe Raih Nilai Tertinggi Evaluasi Desa Antikorupsi se-Sultra versi KPK

Muarasultra.com, KONAWE - Sebagai tindak lanjut surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia nomor B/462/DKM.01.02/80-84/01/2026…

1 jam ago

Proyek Rp12,96 Miliar Disorot, Jalan Langgonawe Rusak, Kades Tagih Janji Kontraktor

Muarasultra.com, KONAWE – Kepala Desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Muhammad Yusuf, mengeluhkan kerusakan jalan…

5 jam ago

Kapus Tongauna Jelaskan Kronologi Rujukan Pasien, Didampingi Bidan, Ibu dan Bayi Pasien Selamat ‎

Muarasultra.com, KONAWE – Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Tongauna, Kabupaten Konawe, Santi, S.KM, memberikan penjelasan…

8 jam ago

KMSJ Kepung Bareskrim dan Kejagung, Desak Penindakan PT Palmina Terkait Lima Putusan MA

Muarasultra.com, JAKARTA – Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara–Jakarta (KMSJ) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung…

10 jam ago

Buntut Kisruh Matarape, Mahasiswa Sultra Desak Aparat Usut Dugaan Pelanggaran PT Askon

Muarasultra.com, JAKARTA – Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra)-Jakarta kembali menggelar aksi demonstrasi Jilid II di…

21 jam ago