Kliennya Dituding Gunakan Ijazah Palsu, Kuasa Hukum Muh Wadio Jelaskan Apa Itu Pemalsuan

Muarasultra.com, KONAWE – Kuasa hukum Muh. Wadio, Aspin SH, MH, dengan tegas membantah klaim bahwa kliennya menggunakan ijasah palsu dalam berkas pencalonannya untuk bursa calon legislatif dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Konawe.

Pernyataan ini Aspin sampaikan saat menggelar konferensi pers di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Konawe, Senin (29/1/2024).

Kuasa Hukum terlapor Muhammad Wadio, Aspin menerangkan bahwa pelapor gagal paham terhadap diksi pemalsuan. Kata Aspin, yang dimaksud pemalsuan ijazah adalah ketika seseorang menggunakan ijazah orang lain untuk kepentingan atau keuntungan pribadinya itulah yang dikarenakan pemalsuan.

Sedangkan dalam perkara ini, nama Perti dan Muh Wadio adalah orang yang sama.

“Ijazah klien kami dari ijazah SD, Paket B dan Paket C memang bernama Perti. Pada tahun 2022 klien kami mengajukan perubahan nama di Pengadilan dan telah dikabulkan,” jelas Aspin.

Lanjutnya, Muh Wadio telah melalui proses hukum yang sesuai dan tidak ada pelanggaran yang dilakukan dalam mengganti nama.

“Kami tegaskan bahwa tidak ada unsur pemalsuan ijasah dalam berkas pencalonan Muh. Wadio. Nama Perti sudah resmi diubah menjadi Muh. Wadio, dan hal ini telah diakui oleh lembaga peradilan,” tegasnya.

Kata Aspin, seharusnya pihak pelapor, melaporkan hal ini jauh sebelum tahapan pemilu berlangsung atau saat penetapan DCS ke DCT.

“Pertanyaannya sekarang kenapa baru sekarang dilaporkan? Saat penetapan DCS dan DCT itu ada masa sanggah kenapa ruang itu tidak digunakan,” ungkap Aspin.

Aspin bilang, jika kemudian dugaan pemalsuan ini tidak terbukti maka pidana bagi pelapor tidak dapat dihindarkan. Selain mencemarkan nama Muh Wadio, pelapor juga telah sengaja melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepada terlapor.

“Saat ini kami belum berfikir untuk melaporkan balik pihak pelapor, namun kalau klien kami keberatan maka pidananya jelas,” sebut Aspin.

Aspin SH., MH., mengingatkan agar kebiasaan mencari kesalahan orang untuk dihilangkan, karena kata dia, semua orang tidak pernah tau apa yang akan mereka hadapi dan apa yang akan mereka alami dimasa depan.

Muh. Wadio, merupakan calon legislatif dari partai PKB daerah pemilihan IV (Uepai, Lambuya, Puriala dan Onembute), dipanggil oleh badan pengawas pemilu atau Bawalsu Konawe, untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pemalsuan ijazah yang ia gunakan untuk mendaftar di Pileg.

Laporan : Febri

admin

Recent Posts

Kejati Tetapkan Kabiro Perekonomian Sultra Tersangka Kasus Korupsi Uang Makan Minum

Muarasultra.com, Kendari – Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul…

58 menit ago

Desa Waworaha-Konawe Raih Nilai Tertinggi Evaluasi Desa Antikorupsi se-Sultra versi KPK

Muarasultra.com, KONAWE - Sebagai tindak lanjut surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia nomor B/462/DKM.01.02/80-84/01/2026…

1 jam ago

Proyek Rp12,96 Miliar Disorot, Jalan Langgonawe Rusak, Kades Tagih Janji Kontraktor

Muarasultra.com, KONAWE – Kepala Desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Muhammad Yusuf, mengeluhkan kerusakan jalan…

5 jam ago

Kapus Tongauna Jelaskan Kronologi Rujukan Pasien, Didampingi Bidan, Ibu dan Bayi Pasien Selamat ‎

Muarasultra.com, KONAWE – Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Tongauna, Kabupaten Konawe, Santi, S.KM, memberikan penjelasan…

8 jam ago

KMSJ Kepung Bareskrim dan Kejagung, Desak Penindakan PT Palmina Terkait Lima Putusan MA

Muarasultra.com, JAKARTA – Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara–Jakarta (KMSJ) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung…

10 jam ago

Buntut Kisruh Matarape, Mahasiswa Sultra Desak Aparat Usut Dugaan Pelanggaran PT Askon

Muarasultra.com, JAKARTA – Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra)-Jakarta kembali menggelar aksi demonstrasi Jilid II di…

21 jam ago