Ketua DPRD Ardin Terangkan Tiga Makna HUT ke-63 Kabupaten Konawe

oleh -133 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, Unaaha – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), menggelar Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda Memperingati Hari Ulang Tahun ke-63 Kabupaten Konawe, Rabu (1/3/2023).

Rapat ini dipimpin oleh Ketua DPRD Konawe, Ardin, didampingi Wakil Ketua I, Rusdianto, serta Wakil Ketua II, Kadek Rai Sudiani. Seluruh legislator hadir dalam kegiatan ini.

Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe juga meramaikan ruang rapat paripurna. Mulai dari Bupati, Kery Saiful Konggoasa, Sekda Ferdinand Sapan, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bukan hanya itu, pihak TNI, Polri, jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe, Pengadilan Negeri Unaaha, Kemenag, tokoh masyarakat, pemuka agama, pemuda, ikut dalam momen suka cita ini.

Ketua DPRD Konawe, dalam sambutannya mengungkapkan, dirgahayu ini sebagai momentum yang dipenuhi spirit menyatukan tekad, saling gandeng, sehingga timbul rasa optimis menjalankan kehidupan bermasyarakat yang rukun dan harmonis.

Dijelaskan, memperingati HUT Konawe secara filosofis, bermakna retrospektif yaitu dengan berupaya menengok masa lalu, sebagai mata rantai sejarah, merupakan pondasi yang sangat bernilai sebagai referensi menapaki masa kini, hingga masa depan.

Kemudian bermakna introspektif, artinya peringatan hari ulang tahun ini, dijadikan sebagai sarana introspeksi diri, sehingga setiap estafet perjalanan kehidupan selalu berkesan baik karena mampu memberikan jawaban atas persoalan kekinian, serta responsif dengan tantangan kedepan.

Lalu bermakna prospektif, artinya melalui perayaan HUT Konawe ini, pemerintah bersama legislatif kembali merancang sebuah formula masa depan, berlandaskan realita dan dinamika kekinian, tanpa melupakan nilai-nilai dan peristiwa bersejarah di masa lalu.

Sejalan dengan tanggung jawab antara legislatif dan eksekutif, dalam proses pembangunan Kabupaten Konawe yang tertuang dalam Visi Misi Kery Saiful Konggoasa, maka dibutuhkan sinergitas dan harmonisasi dalam proses pencapaian tujuan pembangunan Kabupaten Konawe.

Hal tersebut dapat terlihat dari pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe yang dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan, dimana pada tahun 2018 berada pada angka 10,70%, kemudian pada tahun 2019 naik menjadi 11,84%, tahun 2020 turun drastis menjadi 6,89% akibat pandemi Covid-19, lalu pada tahun 2021 naik kembali 7,78%, puncaknya pada tahun 2022 kembali merajai pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan angka 15,38%.

Adapun faktor yang mempengaruhi PDRB yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), angka inflasi, Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), pengeluaran pemerintah daerah, serta kondisi tenaga kerja.

PDRB atas dasar harga berlaku, menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku setiap tahun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan, menunjukkan nilai tambah barang dan jasa, dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun sebagai dasar. Semuanya disajikan dan dihitung dengan menggunakan 26 sektor indikator ekonomi.

Karakter masyarakat Konawe di masa mendatang, diyakini mampu membangun kearifan lokal sebagai garda terdepan, dalam membangun stabilitas politik untuk mendorong percepatan visi dan misi kepala daerah menuju masyarakat sejahtera, berkarakter dan religius.

“Dirgahayu ke-63 Kabupaten Konawe, jayalah Konaweku, jayalah tanah leluhurku, jayalah negeriku tercinta,” tutup Ardin.

Laporan : Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.