Jalan Semakin Rusak, Warga Puriala Bakal Hentikan Aktivitas Truk 10 Roda Milik PT WIKA

oleh -48 Dilihat
oleh
Kondisi Jalan Poros Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Muarasultra.com, Unaaha – Warga desa Wonua Morome, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mengeluhkan kondisi jalan poros Puriala yang semakin rusak akibat aktivitas pengangkutan material batu yang dilakukan oleh PT WIKA.

PT WIKA diduga menggunakan truk 10 roda untuk memuat material pembangunan Waduk Ameroro dari Kecamatan Puriala ke Kecamatan Uepai.

Mewakili warga desa Wonua Morome, Asran Nabil mengungkapkan kondisi jalan di wilayah Puriala semakin parah. Kondisi itu disebabkan pihak PT WIKA menggunakan truk 10 roda dengan muatan 35 ton yang tidak sesuai beban jalan.

“PT WIKA menggunakan truk 10 Roda dengan berat muatan 35 ton, sedangkan jalan itu beban muatannya hanya 12 ton dan lebar jalan hanya 4 meter, jika kita mengacu di Undang-Undang No 22 tahun 2009 terkait masalah pembagian kelas jalan untuk truk 10 Roda maka apa yang dilakukan oleh PT WIKA salah total,” jelas Asran.

Lebih lanjut Ia mengungkap PT WIKA tidak memiliki niatan baik untuk mendengarkan keluhan warga, beberapa waktu yang lalu warga melakukan aksi penutupan jalan agar PT WIKA berhenti menggunakan truk raksasa tersebut namun tuntutan warga tidak indahkan.

“Ini yg menjadi tuntutan kami dari aksi pertama akan tetapi tidak di indahkan. Olehnya itu kami meminta kepada pihak pimpinan PT WIKA untuk menghentikan segala aktifitas yg menggunakan 10 Roda yg bermuatan 35 Ton,” tegasnya.

Jika tuntutan itu tidak diindahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pemalangan jalan khusus kendaraan 10 Roda.

Senada dengan hal itu, Hendrawan Sinapoy
mengatakan dulu sebelum demonstrasi kurang mobil 10 roda muat batu, paling banyak 3 unit sekarang habis demonstrasi malahan sebaliknya, rata-rata 10 roda mhe yang ada muat batu.

“Kecamatan Puriala ini percuma ada pemerintah dan perwakilan DPRDnya, kalau memang ada MoU, tolong perlihatkan. Kasian kita ini tiap hari makan debu, jalan rusak dimana-mana, suara bising, macet, dan kendaraan rusak perlahan-lahan,” timpalnya.

Ditempat terpisah, Humas PT WIKA Sigit saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp terkait soalan ini memilih diam dan enggan memberikan jawaban.

Laporan : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.