Hadiah Tak Sesuai, Turnamen Sepak Bola di Uepai Berakhir dengan Kekecewaan Pemain dan Wasit

oleh -5170 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, KONAWE – Turnamen sepak bola di Kelurahan Uepai, Kabupaten Konawe secara resmi berakhir sore tadi, Minggu (31/12/2023).

Turnamen ditutup dengan pertandingan final antara FC Anamolepo melawan Barata I’hana, hasilnya FC Anamolepo yang juga tuan rumah dalam kegiatan ini menjadi juara usai menang 1-0 atas FC Barata I’hana.

Sesuai ketentuan hasil meeting yang tertuang dalam pasal 8 tentang hadiah, juara I mendapatkan hadiah 20 juta rupiah, juara II 15 juta, juara III 10 juta, dan juara IV 5 juta rupiah.

Kemudian top skor atau pencetak gol terbanyak, penjaga gawang terbaik dan pemain terbaik diganjar uang tunai 1,5 juta rupiah.

Namun, apa yang tertuang dalam pasal 8 tentang hadiah ternyata tidak sesuai, beberapa pemain, manager hingga wasit meluapkan kekecewaan mereka.

Salah satu pemain senior yang juga top skor dalam turnamen ini, Polo mengungkap bahwa seharusnya hadiah yang dia terima berjumlah 1,5 juta rupiah namun amplop yang ia terima hanya berisikan uang tunai 500 ribu rupiah.

“Dorang adapi juga bikin kegiatan, setengah mati kita main baru hadiah tidak jelas begini,” ujar Polo.

Terpisah salah satu official Barata I’hana Bambang juga menyoroti hadiah yang diterima oleh timnya.

“Seharusnya hadiahnya kita 15 juta tapi yang kita terima hanya 7 juta, taliwa betul ini panitia,” beber Bambang.

Bambang bilang, apa yang dialami oleh timnya sama dengan kondisi hadiah tim lain. Juara I seharusnya 20 juta nyatanya hanya 10 juta, juara III hanya 5 juta dan juara IV hanya 2,5 juta.

Senada dengan hal diatas, salah satu wasit yang bertugas di turnamen ini Thomas mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan perilaku panitia turnamen yang seakan lepas tanggung jawab.

Kata dia uang wasit yang seharusnya diberikan sesuai komitmen awal ternyata sampai akhir pertandingan ia dan wasit lainnya harus menerima kenyataan bahwa uang wasit tidak ada.

“Sampai malam tadi kita masih harus berurusan dengan uang wasit, untung ada pak Rusdianto dan pak Lukman yang tutupi,” ujar Thomas.

Terpisah, Musafir Syahdatun selaku Komisi Wasit Askab PSSI Kabupaten Konawe saat di konfirmasi menjelaskan apa yang terjadi diluar kewenangannya, ia hanya memastikan hak-hak pengadil atau wasit dibayarkan.

“Saya tidak tau soal hadiah, uang wasit saja untung ada 10 juta dari pak Ketua Koni Rusdianto, dan 3,5 juta dari Pak Lukman itumi kasian yang dibagi teman-teman,” timpal Musafir.

Diketahui Ketua panitia dalam turnamen ini adalah Muhammad Hajar dan sekretaris Ardin SP. Saat dikonfirmasi nomor telepon Muhammad Hajar sedang tidak aktif.

Laporan : Febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.