Adventorial

DPRD Konawe Dukung Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Daerah

Muarasultra.com, KONAWE – Pengembangan pelestarian kebudayaan daerah yang ada di masyarakat harus dijaga karena hal tersebut sangatlah penting dalam rangka pembangunan karakter bangsa.

Anggota DPRD Konawe, Abd Ginal Sambari mengatakan, pentingnya peran kebudayaan sebagai bagian integral dari identitas bangsa Indonesia yang kaya akan kebudayaan.

DPRD Konawe dalam hal ini memberikan perhatian serius terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Konawe sangat penting.

Anggota DPRD Kabupaten Konawe dari partai Golkar itu menyebut, lahirnya peraturan daerah (Perda) nomor 14 tahun 2016 tentang cagar budaya dan perda nomor 26 tahun 2015 tentang pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah adalah bentuk keseriusan pemerintah dan DPRD dalam menjaga nilai-nilai budaya di Konawe.

“Kami (DPRD) terus mengawasi penerapan peraturan daerah nomor tentang cagar budaya dan pelestarian serta pengembangan kebudayaan daerah,” ungkap Abd Ginal saat diwawancarai awak media, Jum’at (19/1/2024).

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah berupaya menerapkan kedua perda tersebut, sebagai contoh di kantor-kantor dinas dan sekolah diberlakukan satu memakai pakaian motif adat khas daerah tolaki yang telah budaya asli dan mayoritas yang ada di Konawe.

Tak hanya itu, pelatihan dan kaderisasi pelaku adat suku tolaki juga dilakukan, seperti ‘mombesara’. Pihaknya juga tengah mengawasi penerapan program ‘sehari berbahasa tolaki dalam seminggu’ yang diterapkan di sekolah dan lingkup kantor pemerintah.

Abd Ginal yang juga menjabat tim ahli cagar budaya atau TACB juga telah menetapkan 8 cagar budaya melalui sidang penetapan di salah satu hotel di Konawe beberapa waktu lalu.

Abdul Ginal Sambari.

“Kami menilai kebudayaan perlu diperhatikan, ini merupakan identitas yang harus kita jaga bersama. Pemerintah dan seluruh masyarakat perlu memberikan perhatian serius terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan,” ucapnya.

Untuk diketahui, 8 cagar budaya yang ditetapkan meliputi, kawasan makam raja Lakidende, makam raja Lakidende, makam Ponggawa Watukila, makam Kalenggo, makam Lelesuwa, makam Tutuwi Motaha, Soronga dan Gua Pemakaman Prasejarah Padangguni yang berada di Desa Matahori.

Laporan : Redaksi

 

 

admin

Recent Posts

Proyek Rp12,96 Miliar Disorot, Jalan Langgonawe Rusak, Kades Tagih Janji Kontraktor

Muarasultra.com, KONAWE – Kepala Desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Muhammad Yusuf, mengeluhkan kerusakan jalan…

1 jam ago

Kapus Tongauna Jelaskan Kronologi Rujukan Pasien, Didampingi Bidan, Ibu dan Bayi Pasien Selamat ‎

Muarasultra.com, KONAWE – Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Tongauna, Kabupaten Konawe, Santi, S.KM, memberikan penjelasan…

4 jam ago

KMSJ Kepung Bareskrim dan Kejagung, Desak Penindakan PT Palmina Terkait Lima Putusan MA

Muarasultra.com, JAKARTA – Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara–Jakarta (KMSJ) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung…

6 jam ago

Buntut Kisruh Matarape, Mahasiswa Sultra Desak Aparat Usut Dugaan Pelanggaran PT Askon

Muarasultra.com, JAKARTA – Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra)-Jakarta kembali menggelar aksi demonstrasi Jilid II di…

18 jam ago

Resmikan Sampara Raya Cup I, Wabup Konawe Tegaskan Harus Jadi Ajang Sportivitas, Bukan Arena Adu Jotos

Muarasultra.com, KONAWE – Kejuaraan sepak bola Sampara Raya Cup I resmi digelar, Senin (19/10/2026). Kompetisi…

19 jam ago

SAHI Laporkan Dugaan Pengrusakan Hutan Mangrove PT Ifishdeco di Konsel, Perusahaan: Hanya 0,25 Hektare, IPPKH Ada

Muarasultra.com, JAKARTA - Dugaan kerusakan lingkungan di kawasan hutan lindung mangrove di Desa Wadonggo, Kecamatan…

21 jam ago