Berita

‎AMPUH Sultra Desak Penindakan Tambang Pasir Ilegal di Desa Puusangi, Kades: Sekitar 10 Mesin Masih Jalan

‎Muarasultra.com, KONAWE – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mengungkap adanya dugaan penambangan pasir secara ilegal di sepanjang bantaran Sungai Konaweeha, di Desa Puusangi, Kec. Anggalo Moare, Kab. Konawe.
‎
‎Ampuh mengungkap bahwa praktik PETI tersebut telah lama berlangsung, namun belum ada penindakan dari aparat penegak hukum (APH).
‎
‎Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo mengatakan, bahwa praktik penambangan pasir  secara ilegal di wilayah Desa Puusangi, Kec. Anggalomoare, Kab. Konawe tidak terlepas dari peran aparat desa.
‎
‎“Kami minta agar Polda Sultra segera memanggil dan memeriksa Kades Puusangi yang kami duga turut serta terlubat dalam praktik PETI tersebur”. Ucap Hendro kepasa media ini, Selasa, (16/6/26).
‎
‎Tidak hanya Kepala Desa Puusangi, tapi Hendro menduga ada keterlibatan oknum aparat dalam penambangan pasir ilegal tersebut.
‎
‎“Hasil penelusuran kami, ternyata ada oknum aparat yang terlibat, sehingga Kades Puusangi ini merasa kuat karena secara tidak langaung mendapatkan backingan. Makanya kegiatan tersebut terus berjalan tanpa ada penindakan”. Bebernya
‎
‎Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada Tipidter Polda Sultra untuk turun ke lapangan melakukan penyegelan serta menangkap pihak-pihak yang terlibat tanpa memandang status mereka.
‎
‎“Kami minta kegiatan penambangan pasir ilegal di sepanhang bantaran sungai Konaweeha tepatnya di Desa Puusangi segera di segel oleh Polda Sultra serta semua pihak yang terlibat untuk di proses hukum sesuai aturan yang berlaku”. Tegasnya
‎
‎Pihaknya juga mengatakan, akan melayangkan laporan resmi perihal kasus tersebut, serta pihaknya juga akan melayangkan laporan kepada Propam Polda Sultra dan Denpom Kendari terkait adanya oknum aparat  yang terlibat.
‎
‎“Kami sudah kantongi pihak-pihak yang terlibat. Motifnya aparat-aparat tersebut termaksud oknum Kepala Desa menggunakan masyarakat sebagai tameng. Jadi seolah-olah yang menambang itu adalah masyarakat”. Tutupnya
‎
‎
‎Terpisah kepala desa Puusangi, Gama Ali saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada hari Selasa (16/6/2026) membenarkan bahwa aktivitas pasir sedot di wilayahnya masih berjalan hingga saat ini.
‎
‎”Masih berjalan, karena ini mata pencaharian warga kami,” ujar Kades Pusangi.
‎
‎Gama mengatakan sekitar 10 mesin yang masih berjalan. Untuk pasir halus sekitar 450 pengantaran Kendari sekitar 900 – 1 juta.
‎
‎”Sekitar 10 mesin milik warga,” jelasnya.
‎
‎Gama Ali membantah bahwa pihaknya juga ikut menambang. Ia menyebut sudah lama tidak ikut beraktivitas menambang.
‎
‎”Bukan saya izinkan tapi memang waktu saya punya visi misi memang ingin menghidupkan ekonomi masyarakat, tapi untuk sekarang saya sudah tidak menambang, kecuali ada lahan warga mau disewa atau mau kerja sama,” pungkasnya.
‎
‎
‎Laporan : Redaksi

 

admin

Recent Posts

Melaju Sebagai Juara Group, Alumni O6 IKASMANWA Tutup Babak Penyisihan Tanpa Kekalahan ‎

Muarasultra.com, KONAWE - Alumni SMA Negeri 1 Wawotobi Angkatan 2006 memastikan diri sebagai juara group…

4 menit ago

Gempur Narkoba, Polres Konawe Sita 53,28 Gram Sabu di Puunaha

Muarasultra.com, KONAWE – Komitmen Polres Konawe dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan melalui pengungkapan…

10 jam ago

GMA Sultra Ungkap Dugaan Keterlibatan ASN Kejati Sultra dalam Aktivitas Tambang Batu di Moramo Utara

Muarasultra.com, Kendari – Garda Muda Anoa (GMA) Sulawesi Tenggara secara resmi melayangkan Laporan Pengaduan (Lapdu)…

11 jam ago

Oknum Guru SMA di Konawe Diusir Siswanya Sendiri, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan

‎Muarasultra.com, KONAWE – Puluhan siswa SMA Negeri 12 Konawe menyuarakan penolakan terhadap kehadiran seorang guru…

24 jam ago

Konsesi PT AUK Masuk Kawasan Hutan Produksi, BPK Ungkap Belum Kantongi PPKH

Muarasultra.com, KOLAKA – Legalitas aktivitas pertambangan di kawasan hutan menjadi sorotan setelah Badan Pemeriksa Keuangan…

1 hari ago

CERI Pertanyakan Perpres 107/2026: Sudah Diumumkan Bahlil, Naskah Resminya Masih Misterius

Muarasultra.com, JAKARTA — Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) mempertanyakan belum ditemukannya dokumen resmi…

1 hari ago